CILEGON, SSC – Kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam pengadaan barang dan jasa minim. Hal itu terbukti 70 persen peserta yang mengikuti Diklat dan Sertifikasi Ahli Badan Pengadaan Barang dan Jasa (BPJ) atau proyek kegiatan di Lingkungan Kota Cilegon tidak lolos.

Kepala Badan Kepegawaian Pelatihan dan Pendidikan(BKPP) Kota Cilegon Mahmudin, Senin (6/5/2018), mengungkapkan, pada 2017 lalu, ASN yang mengikuti Diklat BPJ sebanyak 40 yang lolos hanya 10 orang atau sekitar 30 persen

“Dari tahun ke tahun dari 40 peserta yang ikut diklat hanya 10 orang saja yang lolos sertifikasi. Dan untuk 2018 ini, jumlah peserta masih sama. Saya sih berharap 40 peserta bisa lulus semua 100 persen,” katanya.

Mahmudin menerangkan, ASN yang lulus dalam diklat ini, dipastikan akan menjadi PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) dan PPTK (Pejabat Pelaksna Teknis Kegiatan) sehingga kedepan peserta yang lulus ini paham dan mengerti dalam melaksanakan kegiatan pengadaan kegiatan. 

“Kalau sudah bersertifikat, ASN ini sudah bisa dianggap paham dan tahu masalah persoalan dan mekanisme mulai dari tahapan, kapan bisa diumumkan, bisa menindaklanjuti, dan siapa pemenang kegiatanya, ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) pada BKPP Cilegon Yunan Nirkholis mengatakan, jumlah peserta yang mengikuti kegiatan sertifikasi saat itu sebanyak 40 orang. Kegiatan ini terdiri dari tiga hari diklat dan satu hari uji kompetensi.

“Senin (7/5/2018) hingga Rabu (9/5/2018) itu agenda Diklat. Untuk ujiannya Jumat (11/5/2018),” katanya. (Ully/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here