CILEGON, SSC – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon mulai mensosialisasi pengisian kios di Lantai II Pasar Blok F. Sosialisasi itu sekaligus menyampaikan draf perjanjian kios yang akan diisi calon pedagang.

“Rencana habis lebaran draf perjanjian akan saya tandatangani. Dalam 3 bulan setelah draf ditandatangani tapi tidak diisi para calon pedagang, maka kami akan langsung memberikan surat teguran I, II dan III bahkan jika teguran yang kita keluarkan ini juga diabaikan oleh pedagang, akan langsung kita eksekusi untuk pengambilan lahan,” ungkap Kepala Disperindag Kota Cilegon, Tb Dikrie Maulawardhana ditemui Selatsunda.com dikantornya, Kamis (7/6/2018)

Surat perjanjian yang dibuat, kata Dikri, mengatur tarif retribusi sewa kios yang dikenakan kepada calon pedagang. Setiap pedagang dikenakan sebesar Rp300 ribu per bulan.

“Rp300 ribu ini merupakan uang sewa yang dibebankan oleh calon pedagang. Saya tegaskan lapak-lapak ini dilarang untuk dijualbelikan oleh siapapun. Bila ada oknum yang berani menjual belikan kios ini, segera laporkan ke saya dan segera mungkin perjanjian akan langsung saya batalkan,” jelasnya.

Nilai sewa itu, kata Dikri, tentunya mengakomodir fasilitas yang disediakan pihaknya di pasar blok F. Diantaranya penyediaan mushola, listrik, toilet dan fasilitas lainnya.

“Apapun fasilitas yang diiginkan para calon pedagang, kami (Disperindag) akan bantu,” sambungnya.

Ia berharap, kios di lantai II bisa dioperasikan segera untuk kegiatan jual beli. Secara prinsip, kios yang ada di lantai II ini semua bisa ditempati.

Diketahui, pembangunan Pasar Blok F tahap II ini menyedot APBD 2017 sekitar 8 miliar. (Ully/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here