CILEGON, SSC – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pelabuhan Kelas I Banten masih menunggu surat tertulis terkait penyataan Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi, beberapa lalu di Pelabuhan Merak yang melarang kapal Landing Craft Tank (LCT)  mengangkut penumpang. Surat dari Kemenhub itu akan menjadi dasar KSOP untuk menghentikan aktivitas kapal LCT di Pelabuhan Bojonegara yang dikelola PT. Bandar Bakau Jaya (BBJ).

“Hari selasa lalu Irjen (Inspektur Jenderal Kemenhub) turun, ke kantor. Dia sudah bikin berita acara. Saya juga sudah rapat di Jakarta. Intinya adalah saya hanya menunggu surat dari Pak Menteri, apapun keputusan dia, akan saya laksanakan,” ungkap Kepala KSOP Banten, Yefri Madison ketika diwawancarai selatsunda.com di Pelabuhan Merak, Cilegon, Kamis (7/6/2018).

Yefri menjelaskan, Pihaknya tidak berkutik jika harus menghentikan seluruh aktivitas di pelabuhan itu tanpa dasar hukum yang jelas. Sejauh ini, BBJ telah beritikad baik untuk mengurus seluruh perijinan di Direktorat Jenderal Perhubungan Laut agar dermaga dan kapal di pelabuhan itu dapat beroperasi secara legal.

“Sepanjang belum ada perintah dari pak menteri untuk mencabut, apa dasar kita. Dia punya ijin pelabuhan, Siupal, ijin pelabuhannya dalam proses. Ternyata kemarin kendala lahannya. Sekarang sedang proses di BPN,” paparnya.

Diketahui, sambung Yefri, BBJ mengoperasikan 3 Kapal Motor penumpang (KMP) dan 1 kapal LCT. Pihaknya telah memberhentikan secara sementara pengoperasian kapal LCT sebagaimana yang diinstruksikan Menhub. Pengoperasian KMP di Pelabuhan itu turut diawasi penuh karena juga dilarang untuk mengangkut penumpang umum kecuali sopir dan kondektur yang mengemudikan kendaraan angkutan barang.

“Yang kami stop LCT. Yang KMP, silakan. Sopir truk, kondektur saja. Yang umum tidak boleh.  Saya minta pasang CCTV,  Kalau ada (penumpang) umum (diatas KMP), saya stop,” tegasnya (Ronald/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?