CILEGON, SSC – Memininalisir lalu lintas komoditas ilegal, Balai Karantina Pertanian Kelas II Kota Cilegon melaksanakan operasi patuh terhadap kendaraan bermuatan yang keluar dari Pelabuhan Merak, Cilegon. Operasi yang dilakukan secara selektif itu juga membidik kendaraan yang melintas dari Pulau Jawa menuju Pulau Sumatera.

Pantuan selatsunda.com dilapangan, operasi dilakukan selama 4 jam dari pukul 21.00 WIB, Kamis (6/6/2018) hingga pukul 01.00 WIB, Jumat (7/6/2018). Operasi turut melibatkan Karantina Perikanan Cilegon, TNI AL Banten, Kodim 0623 Cilegon, Bais, Polres Cilegon, BKSDA Serang dan BNN Provinsi Banten.

Dalam operasi, petugas disebar di tiga titik pengawasan. Petugas mengawasi penuh lalu lintas 35 dari puluhan kendaraan yang terindikasi membawa komoditas hewan dan tumbuhan tanpa dokumen. Kepada yang melanggar secara administrasi, petugas langsung melakukan pembinaan dan sertifikasi karantina.

Diketahui, Pada Pos pertama di depan Hotel Pesona Merak, petugas mendapati 2 kendaraan yang mengangkut 100 ribu pakan ternak ayam dan 7ribu kilogram bawang merah tanpa sertifikasi. Sementara pada Pos 2 di Pintu Masuk Pelabuhan Merak, petugas juga menemukan 7 kendaraan pembawa komuditas tumbuhan tanpa dokumen. Sementara di Pos 3 sebanyak 26 kendaraan yang dicurigai turut diperiksa.

“Kepada mereka sudah kita bina dan sertifikasi. Jadi operasi ini sebagai bentuk public awarness yang kita sampaikan juga ke masyarakat, ” ungkap Kepala BKP Cilegon, Raden Nurcahyo di kantornya usai operasi.

Hingga saat ini, Karantina Cilegon juga menfokuskan pengawasan pada penyelundupan daging celeng ilegal. Komuditas itu menjadi salah satu antensi yang diseriusi oleh pihaknya terlebih saat jelang Hari Lebaran.

“Sampai dengan pukul lebih 01.00 wib, ini kita belum menemukan daging celeng. Dan sekarang salah satu intelejen kami sedang mengawasi di bojonegara,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Karantina Kepatuhan pada Badan Karantina Pertanian, Guntur mengatakan, sejauh ini fungsi intelejen dalam pengawasan lalu lintas baik komuditas hewan dan tumbuhan di Banten telah terkoordinir dengan baik antar intansi. Agar operasi lebih efektif, naluri setiap petugas intelejen perlu ditingkatkan terutama untuk komoditas yang dicurigai secara ilegal.

“Jadi Kalau ada mobil berasal dari aceh, kalau komoditi busuk, itu biasa saja. Tetapi intelegen nalurinya lain, mungkin melihat yang busuk itu ada barang-barang terlarangnya,” urainya. (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here