CILEGON, SSC – Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Cilegon, Edi Ariadi mengaku  masih menunggu undangan Gubernur Banten, Wahidin Halim terkait tindak lanjut bantuan keuangan untuk perbaikan Jalan Lingkar Selatan (JLS).

“Belum, belum dipanggil. Tanyalah ke Pak Gubernur (WH,red). Pak, kapan panggil Cilegon dan Kabupaten Serang untuk menyelesaikan tandon-tandon dan DAS (Daerah Aliran Sungai) di arah hulu?,” kata Edi saat ditemui usai event tahunan daerah yang dihelat oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) di areal Alun-alun Kota Cilegon, Jumat (4/5/2018).

Ia menuturkan, untuk perbaikan JLS yang ambrol ini, semua perusahaan melakukan patungan membantu Pemkot Cilegon untuk memperbaiki JLS ambrol tersebut.

“Kan kemarin sudah disepakati semua industri patungan Rp2,5 miliar untuk pebaikan JLS. Sedangkan, dari APBD Cilegon dari biaya pemeliharaan sebesar Rp1,8 miliar,” tuturnya.

Edi mengaku, bantuan dari Pemprov Banten sangat dibutuhkan untuk percepatan perbaikan JLS yang ambrol tersebut. Dengan perbaikan jalan ini bisa dilakukan, maka, secepatnya jalan terseburt bisa dilalui oleh pengendara roda dua dan roda empat untuk menuju ke kawasan Anyar.

“Kan di bagian hulu ada di bagian Serang, hilirnya ada di bagian Cilegon. Kasihan dong Cilegon kalau enggak diperhatikan. Secara kongrit JLS harus dibeton dan setelah dibeton harus juga dipelihara. Tapi, nanti kita hitung ulang berapa kebutuhan anggaran untuk TPT (Tembok Penahan Tanah),” ujarnya.

Terpisah, Sekda Kota Cilegon, Sari Suryati membenarkan,  hingga saat ini Pemkot Cilegon belum menerima undangan dari Gubernur Banten untuk membahas perbaikan JLS ambrol tersebut.

“Belum ada komunikasi dari Pak Gubernur untuk hal ini. Semestinya bisa difasilitasi antara Pemkab Serang dengan Pemkot Cilegon. Karena, ada 2 perbatasan di JLS tersebut,” ujar Sari.

Sari mengaku, keberadaan JLS ini salah satu pertemuan ekonomi bukan hanya dirasakan oleh Kota Cilegon tapi dirasakan oleh Pemkab Serang. Seperti, keberadaan hotel yang berdiri di Cilegon, namun pendapatan pajaknya masuk ke Pemkab Serang.

“Pertemuan memang harus dilakukan. Adapun pertemuan itu, kita (Pemkot,red) akan mengumpulkan dokumen-dokumen untuk mendukung akuntabilitas kebencanaan yang terjadi di JLS. Setelah rampung, baru bisa kita beberkan dari hasil dokumentasinya,” pungkasnya. (Ully/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here