CILEGON, SSC – Realisasi dari program Walikota dan Wakil Walikota Cilegon, Helldy Agustian-Sanuji Pentamarta mengenai manfaat dalam Kartu Cilegon Sejahtera (KCS) banyak dipertanyakan publik. Bahkan 1 dari 4 manfaat KCS yakni pemberian pinjaman kepada pelaku UMKM dengan bunga 0 persen yang sebelumnya sempat diluncurkan pada 100 hari kerja Helldy-Sanuji menuai kekecewaan sebagian masyarakat. Di mana bantuan tersebut dikira akan diberikan secara cuma-cuma.
Banyaknya pertanyaan masyarakat soal KCS ini membuat awak media pun berusaha mengkonfirmasi ke Walikota Cilegon, Helldy Agustian. Orang nomor satu di Kota Cilegon yang belum lama ini ditemui wartawan Selatsunda.com menjawab, implementasi KCS yang manfaatnya untuk pemberian pinjaman kepada pelaku UMKM akan menggandeng Bank BJB. Sebelum perjanjian kerja sama dibuat, Pemkot dan BJB dalam waktu dekat akan menjalin nota kesepakatan bersama atau Memorandum of Understanding (MOU).
“Nanti kita MoU dulu, setelah MoU dengan BJB. Baru kita panggil kelurahan. Itu untuk yang UMKM,” ujarnya saat ditemui di Kantor Pemkot Cilegon.
Helldy menyatakan, modal usaha berupa pinjaman dengan bunga 0 persen akan diberikan maksimal Rp 5 juta pertahun. Namun untuk menentukan besaran pinjamannya, bank BJB akan terlebih dahulu melakukan survei.
“Nilai besarannya tergantung BJB, nanti BJB survei. Jadi itu (besaran pinjaman) nanti tergantung survei, yang penting (bunga) nol persen,” tuturnya.
Ditanya program KCS tidak jauh berbeda dengan program pemerintah sebelumnya yakni program One District One Milion atau Satu Kecamatan Satu Miliar, Helldy menepisnya.
“Saya kan belum tahu pemerintah sebelumnya. KCS kan program kita bukan program sebelumnya,” terangnya.
Sementara itu, Kasi Pemberdayaan Dinas Koperasi dan UMK Kota Cilegon, Teti Hertati menambahkan, kerjasama yang akan dijalin Pemkot dengan Bank BJB meliputi tiga program UMKM. Yakni program perintisan, penguatan dan pengembangan usaha. Ia menerangkan, kelebihan pada program tersebut selain mendapat pinjaman juga diberikan pelatihan.
“BJB setiap yang mendapat bantuan pinjaman modal harus dilatih wirausaha dahulu. Kemarin sudah mulai, tahap pertama. Pelatihan ini perlu untuk meningkatkan kualitas UMK, baik administrasi, pemasaran dan kualitas produk usahanya. Jadi manfaatnya bukan modal saja, tetapi pelatihan juga dapat,” ujarnya.
Mengenai besaran modal usaha yang akan diberikan, kata dia, akan ditentukan oleh BJB. Verifikasi itu akan menentukan besaran pinjaman sesuai klasifikasinya apakah masuk dalam kategori perintisan, penguatan atau pengembangan.
“Kalau kita dari awal, untuk verifikasi iya atau tidaknya (permohonan diajukan UMKM, itu (hasil verifikasi) dari BJB. Mereka ada tim, khawatir kalau tanpa verifikasi, mandek. Jadi tolak ukur masuk perintisan, penguatan pengembangan, verifikasinya ada di BJB,” pungkasnya. (Ronald/Red)

