SERANG, SSC – Guna mendeteksi penyebaran Covid-19, pengelola terminal tipe A di Terminal Pakupatan Kota Serang memberlakukan tes genose bagi para penumpang Jawa-Sumatera, sopir dan kondektur yang akan melakukan perjalanan bus. 

Kepala Satuan Pelaksana pada Terminal Pakupatan Kota Serang, Wayulo Dianto menuturkan, meski diberlakukan Tes GeNose, namun tidak semua penumpang yang melintas dilakukan pengecekan. Mengingat, keterbatasan anggaran yang dimiliki.

“Paling kita ambil sampel 2 hingga 5 orang (penumpang). Jadi rata-rata sehari bisa 10 orang yang akan di test dengan GeNose,” kata Waluyo kepada awak media ditemui di ruang kerjanya,” Selasa (27/4/2021).

Ia menjelaskan, penerapan sistem Tes GeNose nantinya terlebih dahulu penumpang akan masuk ke bilik disenfektan yang sudah disiapkan. Selanjutnya, penumpang tersebut diminta untuk cuci tangan terlebih dahulu. Setelah itu, penumpang akan di cek suhu tubuh. Setelah di cek tubuh barulah penumpang akan diarahkan ke ruang kesehatan untuk melakukan tes GeNose.

Baca juga  2 Dokter dan 6 Paramedis Kota Cilegon Diturunkan untuk Jadi Petugas Kesehatan Calhaj di Mekkah

“Hasilnya kita data. Ini (prokes) sosialisasi kami sudah dilakukan 1,5 tahun. Kami jadi punya rekam jejak penumpang, yah data suhu. Ditambah nanti ada GeNose,” jelasnya.

Sementara, Jasa Kesehatan pada Terminal Pakupatan, Pipin Maemunah mengungkapkan, sampai saat ini sudah ada sekitar 30 orang yang sudah dilakukan tes genose.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan baik sopir, kondektur dan penumpang rata-rata hasilnya negatif,” ujar Pipin.

Ia menuturkan, seharusnya pemeriksaan menggunakan GeNose C19 sudah dilakukan sejak 12 April lalu. Pemeriksaan dilakukan kepada para sopir seperti juga di terminal lain.

Hanya saja, karena ada sejumlah kendala sehingga membuat pemeriksaan tertunda. Untuk mengejar ketertinggalan itu, maka pemeriksaan ditargetkan 20 orang per hari. 

Baca juga  Pertemuan Komwil III APEKSI di Depok, Wali Kota Helldy Ungkap Bonus Demografi 2045 Jadi Bahasan Utama

“Pemeriksaan test genose dilakukan selama hari kerja yang dimulai pada pukul 08.00 WIB hingga pukul 16.30 WIB. Apabila dalam pemeriksan terdapat penumpang maupun sopir terdeteksi covid-19, penumpang dan sopir bus akan menjalani tes rapid antigen. Apbila dalam hasil rapid antigen juga menunjukkan hasil terkonfirmasi Covid-19 maka yang bersangkutan akan diarahkan ke rumah sakit terdekat,” terangnya.

“Alatnya sensitif banget, kalau ada bau seperti minyak wangi atau roko hasil deteksi bisa positig covid-19. Makanya kalau ada yang postif kita lakukan tes antigen kalau masih positif maka kita sarankan ke rumah sakit,” pungkasnya. (SSC-03/Red).