Brosur Kapal Trayek Pelabuhan Panjang-Indah Kiat, Merak beredar di media sosial dan ramai diperbincangkan operator kapal di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, belum lama ini. Foto Istimewa

CILEGON, SSC – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) mengeluarkan surat permintaan klarifikasi kepada PT Atosim Lampung Pelayaran berkenaan dengan pamflet atau brosur tentang pengoperasian kapal pada Mei 2020 dengan Trayek Pelabuhan Panjang-Pelabuhan Indah Kiat.

Ditjen Hubla dalam surat menyampaikan bahwa sementara trayek belum memiliki izin dari Kementrian Perhubungan. Klarifikasi diminta supaya tidak menyebabkan penyebaran informasi yang salah di masyarakat.

Diketahui, surat ditandatangani oleh Direktur Lalu Lintas dan Angkatan Laut Ditjen Hubla, Wisnu Handoko pada tangal 24 April 2020. Surat ditembuskan kepada Direktur Perhubungan Laut, Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubunga laut, Para Direktur di Lingkungan Ditjen Hubla dan Para Kasubdit di Lingkungan Ditlala.

Baca : Brosur Kapal Trayek Panjang-Merak Beredar Ditengah Larangan Mudik, Dirjen Hubdar Angkat Bicara

Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkatan Laut dan Usaha Pelabuhaan KSOP Banten, Fini tidak menampik perihal adanya surat permintaan klarifikasi dari Ditjen Hulbla kepada perusahaan.

“Pak Wisnu, Dirlala meminta klarisikasi surat brosur yang beredar. Beliau juga terkejut terkait info ini,” ungkapnya dikonfirmasi, Rabu (29/4/2020).

Fini mengaku sempat didatangi oleh General Manajer perusahaan tersebut. Namun, kata dia, pertemuan hanya sebatas memperkenalkan perusahaan dan GM tersebut sebagai pimpinan perusahaan cabang di Banten. Pertemuan tidak sama sekali membahas terkait Pemohonan izin trayek atau yang lainnya.

“Tidak ada (pengajuan izin trayek). Dia kemarin datang (ke KSOP Banten). Namanya pak Budi, kepala cabang baru. Dia datang, dia memperkenalkan diri. Kemudian kami juga lihat dia baru, belum pernah tahu pelabuhan Banten. Untuk pengajuan surat (pengajuan trayek) itu tidak ada. Dia datang memperkenalkan diri. Hanya sebatas itu,” ungkapnya.

Pihaknya dalam pertemuan itu sempat menyampaikan surat permintaan klarifikasi dari Ditjen Hubla kepada GM tersebut. Perusahaan, kata Fini, akan mengklarifikasi kepada Ditjen Hubla soal brosur kapal yang beredar.

“Kemarin kan dia datang, kemudian saya bilang, saya dapat informasi dari Dirjen Hubla, Pak Wisnu, Direktur Lala. Kemudian saya sampaikan terkait brosur yang beredar yaitu tentang pelayaran atas nama perusahaan bapak. Kemudian dia langsung mengklarifikasi ke pusat,” terangnya.

“Katanya, dia akan merapatkan ke manajemen mereka. Jadi manajemen mereka akan mengklarifikasi apa yang beredar. Insya Allah, dia akan memenuhi itu ke pusat,” sambung dia.

Pada prinspnya, kata Fini, izin pengoperasian kapal penumpang atau trayek Panjang-Indah Kiat, Merak seperti yang ada di brosur tersebut tidaklah dengan mudah disetujui pemerintah. Pembukaan trayek harus berdasarkan kajian. Apalagi jika lokasi yang dimaksud merupakan dermaga tambahan yang notabene berdekatan dengan Penyeberangan Pelabuhan Merak-Bakauheni, harus melalui kajian komprehensif.

“Itu tidak segampang membuat trayek baru Yang baru-baru itu kayaknya harus ditinjau ulang. Jadi tidak segampang itu, kajiannya harus ada. Kenapa harus ada, atau membutuhkan penyeberangan tambahan, itu harus ada kajianya dulu. Tidak sembarangan buka line,” paparnya. (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here