Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Serang saat menertibkan para pedagang di Pasar Lama, Rabu (29/4/2020) Foto Istimewa

SERANG, SSC – Dintengah kondisi yang sulit saat wabah Virus Coroja merebak di Kota Serang, masih ada saja pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan pedagang dengan menarik uang salar. Seperti yang dialami pedagang yang berjuaoan di Pasar Lama. Mereka mengeluhkan ada oknum yang mengatasnamakan Satpol PP kerap meminta uang salar ditempat mereka berjualan.

Hal itu diungkapkan seorang pedagang Ketan Bintul Mariyah kepada para aparat Satpol PP Kota Serang yang saat itu tengah melakukan penertiban pedagang di bahu jalan.

Ia menyatakan, setiap harinya ada sekitar 5 orang menarik uang salar. Dan jika tidak diberikan, sikap oknum malah seolah mengancam.

“Ada yang mendatangi, sehari bisa sampai 5 yang narik salar. Kalau kami tidak ngasih, pasti bilangnya ‘ini uang keamanan’ dan sedikit memaksa,” ujarnya kepada Kasi Operasi dan Pengendalian pada Satpol PP Kota Serang, Saepul Anwar dilokasi, (29/4/2020).

Pedagang lainnya, Bagus Gunawan mengungkapkan hal yang sama. Bagus yang berjuapan tajil saat Ramadan kerap didatangi oknum 5 kali dalam sehari. Oknum kata dia menarik salar dengan beragam nominal.

“Banyak yang nyalar, dari pagi sampai sore. Rp1 ribu atau Rp2 ribu, pakai baju biasa,” terangnya.

Begitu juga uang bayar sewa tenda di tempatnya berjualan kerap diminta penarik salar dengan harga yang lumayan besar. Sepengetahuanya, mengapa harus dibayar padahal lokasi tempatnya berjualan tanah tersebut milik negara.

“Ini geh lapaknya bayar ke orang yang suka minta salar. Bayarnya Rp 400 ribu per bulan. Mahal sih, karena kalau kata pak Satpol PP, ini tanah negara yang gak bisa disewain asal sama orang lain,” ucapnya.

Sementara, Kasi Operasi dan Pengendalian pada Satpol PP Kota Serang Saepul menegaskan kepada para pedagang untuk tidak mempercayai oknum yang mengatasnamakan pemerintah. Hanya petugas Disperdaginkop UKM dan DLH yang bisa menarik salar.

“Kami nih, kalau meminta salar pasti langsung dipecat. Ibu bapak jangan langsung percaya kalau ada yang mengatasnamakan Satpol PP. Ibu nanti kalau diminta lagi, foto orangnya. Jangan takut,” ucapnya.

Kepala Satpol PP Kota Serang, Kusna Ramdani yang kebetulan ikut serta dalam penertiban juga angkat bicara bahwa dirinya baru mengetahui tindakan premanisme yang terjadi di Pasar Lama. Kusna mengatakan dirinya akan menindak lanjuti terkait adanya laporan penarik pajak ilegal.

“Belum, ini kami baru mendapatkan laporannya. Nanti kami akan tindak lanjut siapa oknum ini, sebagai apa mereka sampai minta salar di luar ketentuan,” tungkasnya. (MG-01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here