CILEGON, SSC – PT Nippon Saiki Bluescope Indonesia akan segera membangun komunikasi menyusul adanya rencana ribuan massa berbagai ormas dan OKP melakukan aksi di pabrik lapis baja itu di Kawasan Industrial Cilegon Estate (KIEC) pada 10 September mendatang.
Bussines Service PT NS BlueScope Indonesia, Dudi Ahmad Mauludin mengatakan, perusahaan telah menerima aspirasi yang disampaikan Komite Masyarakat Cilegon Bersatu (KMCB) terkait adanya tudingan ketidakberpihakan menyangkut regulasi pembelian limbah yang diberlakukan. Menurutnya, langkah mediasi kedua pihak perlu dibangun agar tidak menimbulkan gejolak.
“Jadi, terakhir kita akan mengadakan mediasi besok hari. Pertemuan tersebut melibatkan beberapa pihak dari komite tersebut yang nanti akan diundang di Jakarta. Kita inginkan supaya tidak ada gejolak, tidak ada (maksud) keberpihakan. Hanya ada pengertian dari pihak kita intenal mengenai bahwa, semua prime dan non prime itu kita berlakukan dengan syarat dan ketentuan yang diinginkan bluescope,” ujar Dudi dikonfirmasi lewat sambungan telepon, Kamis (7/9/2018).
Sementara terkait dengan regulasi pembelian limbah, Dudi mengakui bahwa persyaratan dan ketentuan yang ditetapkan sebagaimana yang disebutkan KMCB benar adanya. Namun untuk menjelaskan maksud ketidakberpihakan yang ditudingkan pengusaha lokal terkait regulasi itu, sambungnya, akan dikomunikasikan lebih lanjut saat mediasi.
“Kalau yang saya lihat dari surat yang ada, memang itu menjadi syarat untuk ketentuan tersebut. Tapi nanti dalam hal misalnya ada keberpihakan dan lain sebagainya yang merupakan agreement yang baru dengan pertemuan komite, itu mungkin bisa disampaikan pada meeting nanti. Saat ini saya tidak bisa menyimpulkan,” terangnya.
Menurutnya, persoalan limbah non prime yang dihasilkan dari kapasitas produksi baja lapis sebanyak 250.000 ton ini, bukan hanya dipersoalkan oleh KMCB saja namun isu sisa material tidak berharga tersebut juga menjadi atensi serius yang dibahas di internal perusahaan.
“Kalau secara rinci saya pribadi tidak mengetahui. Tapi, ini menjadi isu kita karena memang (limbah) non prime tinggi di sini dan itu mencirikan ketidakefisienan dari produksi kita,” pungkasnya
Diketahui sebelumnya, ribuan massa dari berbagai elemen yang tergabung dalam Komite Masyarakat Cilegon Bersatu (KMCB) akan mengepung pabrik PT Nippon Saiki Bluescope Indonesia. Aksi tersebut dilakukan karena Bluescope dituding tidak berpihak terhadap pengusaha lokal dan industri kecil di Cilegon. Bahkan, perusahaan baja lapis itu dituding telah melakukan upaya provokasi dan adu domba antar pengusaha lokal.
Rencana aksi yang dilakukan oleh ribuan ormas, LSM dan berbagai elemen masyarakat ini, bakal dilaksanakan di pabrik BlueScope di Kawasan Industrial Estate Cilegon (KIEC) pada 10 September 2018 mendatang. (Ully/Red)

