CILEGON, SSC – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon untuk melakukan mutasi dan rotasi pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui sistem Manajemen Talenta mendapat dukungan penuh dari pihak legislatif. Langkah ini dinilai sebagai kemajuan besar menuju tata kelola pemerintahan yang profesional dan transparan.
Anggota DPRD Kota Cilegon, Ahmad Hafid menyatakan, penggunaan manajemen talenta yang akan dijalankan Pemkot Cilegon adalah salah satu solusi untuk memetakan bakat dan kemampuan ASN secara akurat. Dengan sistem ini, penempatan pegawai tidak lagi didasarkan pada faktor suka atau tidak suka (like and dislike).
“Kalau masih manual, potensi adanya kepentingan tertentu sangat besar. Tapi dengan manajemen talenta, ada keterbukaan dan transparansi. Ini adalah langkah nyata menuju Cilegon Smart City melalui digitalisasi,” kata Hafid ditemui di DPRD Cilegon, Jumat (9/1/2025).
Meski sistem sudah dianggap bagus, politisi PAN ini menekankan pentingnya akses terhadap hasil manajemen talenta tersebut sebagai bentuk pengawasan. Hal ini bertujuan agar sistem yang sudah canggih tidak disalahgunakan di kemudian hari.
“Sistem sudah bagus, tapi kalau tidak dikontrol, ujung-ujungnya bisa mengarah ke kepentingan sepihak lagi,” tambahnya.
Senada dengan Hafid, Anggota DPRD Cilegon, Hidayatullah mendorong percepatan managemen talenta untuk semua ASN di Kota Cilegon guna percepatan visi misi Walikota dan Wakil Walikota Cilegon.
“Dibilang terlambat mungkin tidak, tapi lebih cepat lebih baik agar penyegaran organisasi segera terjadi dan program kerja langsung tancap gas,” tegasnya.
Politisi Partai Golkar Cilegon ini membantah jika penerapan manajemen talenta dianggap terlambat. Menurutnya, kepemimpinan Robinsar-Fajar mengendepankan “The Right Man on The Right Place”.
“Mutasi rotasi merupakan hak prerogatif pimpinan daerah, penempatan pejabat harus memenuhi dua syarat utama, pejabat yang dipilih harus seirama dengan kepala daerah agar program pembangunan tidak terhambat. Melalui Manajemen Talenta, prinsip the right man on the right place dapat terwujud,” terangnya.
“Ini langkah luar biasa. Menempatkan seseorang sesuai keahliannya sambil memastikan mereka loyal terhadap visi-misi walikota,” ungkapnya.
Menurut Hidayatullah, harus ada pemetaan jabatan yang diisi oleh ASN yang memiliki keahlian di bidang tersebut.
“Saya setuju dengan manajemen talenta yang membuat ini ada peningkatan talent peningkatan kemampuan ASN kita di Kota Cilegon. ujarnya.
“Sehingga tidak ada lagi jabatan yang kosong tidak ada Plt, bahkan ada yang rangkap sehingga Plt-nya diambil dari kadis yang di bawahnya,” pungkasnya. (Ully/Red)





