Komisi II dan IV DPRD Cilegon mendatangi pabrik PT Krakatau Steel terkait pencemaran debu batubara, Senin (16/12/2019). Selain KS, anggota DPRD juga mendatangi PT Dover Chemical karena mendapat laporan warga yang terpapar bahan kimia menyengat. Foto Istimewa

CILEGON, SSC – Dua insiden pencemaran bahan kimia yang terdampak terhadap warga Cilegon oleh PT Krakatau Steel dan PT Dover Chemical, belum lama ini, menjadi sorotan DPRD Kota Cilegon. Atad kehadian itu, Dewan langsung pabrik peleburan baja BUMN dan pabrik kimia itu.

Para wakil rakyat dari Komisi II dan IV DPRD Cilegon ini datang untuk meminta pertanggungjawaban pihak manajemen perusahan kepada earga yang terpapar hujan debu batubara dan bahan kimia. Akibat kejadian itu, banyak warga mengalami mual, muntah hingga dan dilarikan ke rumah sakit.

“Kita tahu beberapa hari lalu ada kejadian hujan debu yang terjadi di Kelurahan Samangraya dan Kelurahan Citangkil yang disebabkan oleh PT Krakatau Steel. Tak lama kemudian, terjadi semburan bau menyenggat yang dihasilkan oleh PT Dover. Nah, saya beserta Komisi II dan IV ingin meminta penjelasan kepada mereka kenapa membuat resah warga dengan kejadian ini. Dengan kejadian ini tentunya akan mengancam masyarakat. Secara prinsip kami (DPRD,red) ingin memperjuangkan apa yang menjadi kelurahan warga (Warga Samangraya, Citangkil dan Grogol) terhadap kejadian kemarin,” kata Wakil Ketua DPRD Cilegon, Sokhidin kepada Selatsunda.com di temui usai sidak di PT Dover,” Senin (16/12/2019).

Baca juga  Larangan Warung Nasi Buka di Siang Hari Tuai Kontroversi, Ini Penjelasan Walikota Serang Syafrudin

Ia mengungkapkan, untuk kasus hujan debu pembakaran batubara yang ditimbulkan KS, pihaknya meminta supaya perusahaan mengevaluasi sistem SOP. Karena dampak terpaparnya debu hitam itu berdampak cukup luas ke masyarakat.

“Dari managemen KS sudah mengakui kejadian hujan abu dari pembakaran batubara yang terjadi di Samangraya dan Citangkil akibat proyek Blast Furnance yang sempat berhenti. Mereka (KS) sampaikan jika sudah memberikan bantuan susu untuk pertolongan pertama di dua kelurahan (Kelurahan Samangraya dan Citangkil). Tapi dua kelurahan tidak cukup. Akhirnya kami minta agar KS memperhatikan 3 kelurahan (Kubangsari, Deringo dan Lebak Denok) tersebut,” ungkapnya.

Anggota DPRD sidak ke Pabrik PT Dover Chemical

Selanjutnya untuk kasus PT Dover, pihaknya mempertanyakan solusi jangka pendek Dover yang sampai saat ini tidak ada jalan keluarnya bagi warga. Karena bau kimia yang terpapar terus berulang kali terjadi.

“PT Dover terus berulah. Belum lama Ketua DPRD Cilegon (Endang Effendy) memalangkan mobil dinasnya ke kantor tersebut, terjadi lagi kejadian sampai warga geruduk Dover. Untuk kejadian ini tidak ada jangka menenggah maupun panjang. Yang kami (DPRD,red) minta jangka pendek mereka itu apa? Kalau maslaah harga pembebasan lahan sekali lagi bukan berada di ranah DPRD. Tapi, kami tekankan Dover ada jangka pendek dalam menyelesaikan kasus ini,” tegas Sokhidin dengan nada marah.

Baca juga  Moncer di Pileg 2019, PAN Siapkan Kader di Pilkada Cilegon 2024

Sementara itu, slaah seoran perwakilan manajemen PT KS, Firman bungkam terkait sidak yang dilakukan oleh para anggota DPRD Cilegon ke pabrik baja itu.

“Kalau kita tidak bisa kasih steatmen apapun. Terkait kejadian itu silahkan sonding ke pimpinan langsung,” ujarnya.

Manager Humas Resource and General Affair PT Dover Chemical, Dade Suparna mengakui jika semburan bau kimia yang terjadi pada Jumat (13/12/2019) akibat kelalaian salah pegawai yang saat memindahkan material cairan dari tangki pertama ke tangki kedua.
Pegawai tersebut lalai sehingga menyebabkan tangki tersebut menyemburkan bau menyenggat.

“Memang kami menyadari kesalahan kami ini. Ini semua akibat kelalaian salah satu pengawai kami yang lalai saat memindahkan cairan kimia yang semestinya diawasi tapi justru ditinggali oleh mereka. Untuk hal ini, kami minta maaf atas kasus tersebut,” bebernya. (Ully/Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini