Debu hitam batubara diduga berasal dari pabrik industri cemari rumah warga di Samangraya dan Warnasari, Jumat (13/12/2019). Foto Istimewa

CILEGON, SSC – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon mempertanyakan kinerja Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Cilegon, Ujang Iing yang hingga saat ini belum menuntaskan kasus kebocoran gas di PT Dover Chemical yang terjadi pada Jumat (13/12/2019) lalu.

Tak hanya persoalan Dover saja, legislatif juga mempertanyakan pengawasan DLH terkait hujan debu batubara pabrik Blast Furnace PT Krakatau Steel yang sempat terpapar mencemari lingkungan warga di Kelurahan Samangraya dan Kelurahan Warnasari.

“Semestinya dengan kasus ini DLH Cilegon bisa lebih tegas menyelesaikanya. Apa yang harus dilakukan LH biar industri ini tidak membandel terus,” kata Ketua Komisi IV DPRD Cilegon Erick Erlangga terkonfirmasi, Minggu (15/12/2019).

Politikus Golkar ini menyatakan, semestinya Walikota Cilegon Edi Ariadi bisa menginstruksikan OPD untuk bersikap tegas menangani kasus industri di Cilegon. Yang turun mengatasi masalah warga, kata Erick justru Ketua DPRD Cilegon, Endang Efendi.

“Ini kan sudah nyata terjadi. Semestinya Pak Wali (Edi Ariadi,red) berikan penegasan kepada OPD dan kepala dinas kinerja dia (Ujang Iing,red) dalam menangani kasus lingkungan hidup di Cilegon. Apalagi, Ketua DPRD Cilegon sampai turun langsung ke lokasi (PT Dover,red). Kalau kinerja OPD ya tidak bagus dievaluasi. Kalau bagus yah pertahankan,” geram politisi Partai Golkar Cilegon.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kota Cilegon, Fatuhrohman memastikan jika Komisi II dan IV akan menyelesaikan persoalan industri ini dengan baik.(Ully/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here