Foto Ilustrasi

CILEGON, SSC –  Dua bakal calon legislatif yakni Jhony Hasibuan dan Samsul Arief  tercancam akan dicoret pada pileg 2019. Jhony yang diusung Partai Demokrat dan Samsul dari PAN terancam dicoret karena berstatus mantan terpidana korupsi.

Ketua KPU Kota Cilegon, Irfan Alfi menyatakan, hingga saat ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cilegon masih menunggu berkas dari pengadilan yang sampai saat ini belum dilengkapi dua bacaleg itu.

“Dua bacaleg ini memang belum menyerahkan berkas surat keterangan dari Pengadilan. Kita masih menunggu sampai 31 Juli mendatang berkas bisa diserahkan kembali ke KPU,” kata Irfan,” Selasa(24/7/2018).

Sementara itu, Komisioner KPU Kota Cilegon, Eli  KPU Kota Cilegon telah menuntaskan verifikasi berkas bacaleg yang mendaftarkan diri. Ditemukan,  hampir setengah dari seluruh bacaleg yang mendaftar masih belum lengkap memenuhi persysratan baik itu ijazah terlegalisir (surat keterangan kesehatan), SKCK dan surat keterangan dari pengadilan.

“Hasil verifikasi berkas Bacaleg pada 21 Juli 2018 kemarin, 40 persen Bacaleg belum melengkapi berkas,” ujar Eli.

Kekurangan itu, lanjut Eli, telah disampaikan kepada Parpol untuk segera diperbaiki.

“Kita (KPU) sudah sampaikan kekurangan berkas ke mereka (Parpol). Berkas yang kami anggap kurang ini, agar dapag segera diperbaiki sebelum batas akhir yang telah ditentukan oleh KPU pada 31 Juli 2018 mendatang,” lanjut Eli.

Sementara itu,  Ketua Partai Demokrat Kota Cilegon Rahmatullah tidak sependapat dengan aturan itu.  Ia menyatakan yang berhak memutuskan para calon untuk ikut bursa Pileg 2019 bukanlah pihak KPU melainkan institusi hukum baik dari Pengadilan maupun pihak kepolisian.

“KPU tidak boleh menghambat caleg ini untuk ikut Pileg 2019. KPU bukan lembaga pemutus perdata dan perdata yang berhak memutuskan caleg ini boleh ikut Pileg 2019 hanya dari pihak Kepolisan dan Pengadilan,”’terangnya.

Sementara Partai PAN belum masih belum bisa terkonfirmasi. (Ully/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here