CILEGON, SSC – Empat nelayan yang selamat dalam kejadian terbaliknya KM Puspita Jaya di Perairan Selat Sunda Banten telah dievakuasi. Nelayan dievakuasi di Dermaga 6, Pelabuhan Merak, Kota Cilegon dengan menggunakan Kapal Patroli KN 372 KSOP Banten, Sabtu (20/6/2020).
Pantauan di lokasi, Kapal Patroli KN 372 yang mengevakuasi nelayan sandar di Dermaga 6 sekitar pukul 02.00 WIB. Tampak sebelum kapal bersandar, sejumlah petugas bersiap untuk mengevakuasi para nelayan. Nelayan satu persatu diturunkan dari kapal dan langsung dibawa ke dalam ambulans untuk ditangani petugas. Selanjutnya nelayan dibawa ke Pos Unit Siaga Merak di Dermaga 2.
Kepala Basarnas Banten, Zaenal Arifin mengatakan, Basarnas dan tim SAR gabungan sebelum sandar di Pelabuhan Merak mengevakuasi para nelayan dari Kapal Pesiar MV Eurodam di Perairan Selat Sunda dengan Kapal RIB milik Basarnas.
“Korban kita evakuasi dengan RIB dari Kapal Pesiar. Baru kemudian kita transfer ke KN 372,” ujarnya.
Keempat nelayan tersebut selamat dalam insiden kapal yang mereka tumpangi terbalik dihantam gelombang tinggi. Sebelum keempat nelayan itu dievakuasi, dua nelayan lain telah lebih dahulu dievakuasi ke Dermaga 1 dengan menggunakan kapal RIB.
Jumlah nelayan dalam kejadian terbaliknya KM Puspita Jaya sebanyak 16 orang. Diantaranya 6 selamat dan 10 nelayan lainnya dilaporkan hilang.
Tim SAR gabungan masih akan melanjutkan pencarian nelayan yang masih hilang, pagi ini.
“Rencana kita akan upayakan pencarian terhadap kesepuluh nelayan yang masih hilang. Kira digali dahulu informasi dari mereka yang selamat dan nanti baru kita lakukan rencana operasi,” paparnya. (Ronald/Red)

