CILEGON, SSC – Bipartit yang dilakukan antara serikat buruh dengan manajemen PT Krakatau Steel gagal menemui titik terang. Tidak terselesaikannya perselisihan kedua pihak ini membuat serikat buruh menempuh cara tripartit.

Walikota Cilegon, Edi Ariadi yang dikonfirmasi membenarkan ada informasi yang diterima pihaknya terkait gagalnya mediasi antara buruh dengan vendor PT KS, beberapa hari lalu.

“Informasinya pertemuan antara serikat buruh dan pihak perusahaan gagal menghasilkan solusi. Karena gagal, dari pihak serikat buruh mengirimkan surat beberapa minggu kemarin ke kita (Pemkot Cilegon,red) agar digelar tripartit,” kata Edi Ariadi kepada awak media, Rabu (7/8/2019).

Edi menjelaskan, meskipun buruh akan menempuh tripartit, Pemkot Cilegon harus mengkaji dan menganalisa terlebih dahulu pengajuan tersebut menyesuaikan dengan aturan-aturan yang ada baik dari sisi perusahaan maupun dari pihak serikat buruh.

“Ya dua-duanya harus dilihat lah. Aturan buruh kayak apa, aturan perusahaan seperti apa. Kalau memang tidak selesai, kemungkinan akan dilakukan PHI (Pengadilan Hubungan Industrial) tapi dari KS sepertinya gak mau tuh,” tambah Edi.

Menurut orang nomor satu di Cilegon, keputusan pihak PT Krakatau Steel untuk merestrukturisasi tenaga kerja sudah bulat. untuk merestrukturisasi 2.000 buruh.

“Kayanya sih keputusan KS sudah bulat untuk restrukturisasi 2.000 buruh lagi pada 30 Agustus 2019 ini,” ujarnya.

Edi meminta, PT KS untuk segera menyelesaikan pembayaran uang pesangon untuk buruh yang di restrukturisasi. Pembayaran pesangon ini, disesuaikan dengan usia dan lama kerja buruh tersebut.

“Uang pesangon harus dipikirkan juga oleh pihak KS. Di usia berapa dan berapa lama buruh itu bekerja. Nanti, saya dan Pak Kadisnaker (Bukhori) akan menghitung besaran pesangon bagi para buruh yang di restrukturisasi oleh pihak KS,” pungkasnya. (Ully/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here