CILEGON, SSC – Kelurahan Bendungan, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon dengan mengandeng berbagai sekolah madrasah mengkampanyekan gerakan cinta trotar kepada Pedagang Kaki Lima (PKL). Kampanye gerakan ini dilakukan sebagai upaya menyadarkan para PKL untuk menghargai hak pejalan kaki.
Informasi dihimpun Selatsunda.com, Kegiatan ini diinisiasi pihak Kelurahan Bendungan dengan melibatkan beberapa sekolah. Kegiatan ini juga mengikutsertakan unsur masyarakat, RT dan RW hingga Babinkamtibmas. Mereka kampanye dengan berjalan kaki sambil membawa spanduk yang bertuliskan Terima Kasih Karena Tidak Berdagang di Trotoar, Hatur Nuhun Sampun Bonten Wawaden Ning Trotoar, Trotoar Dibangun Untuk Pejalan Kaki. Aksi ini dilakukan mulai dari Kantor Kelurahaan hingga ke Jalan DI Pandjaitan. Selain membawa spanduk, mereka juga menyampaikan yel-yel yakni “Trotoar Bersih Pedagang Hebat”.
Lurah Kelurahan Bendungan Maman Herman mengatakan, gerakan dengan turun ke jalan ini merupakan gerakan yang spontan dilakukan dengan tujuan mengajak para PKL untuk mengembalikan fungsi trotoar seperti biasanya. Ia meminta agar trotoar yang dibangun dengan APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) ini bisa menjadi fasilitas sebagaimana fungsunya untuk pejalan kaki maupun penyandang difabel (penyandang cacat).
“Gerakan langsung turun ke jalan ini spontan dilakukan. Kemarin sore (Kamis,red) rapat kecil, hari ini baru di gerak. Alhamdulilah, dalam gerakan ini, kita mengajak berbagai sekolah yang tak jauh dari Kantor Kelurahaan,” kata Maman di konfirmasi, Jumat (18/1/2019).
Ia menambahkan, sekolah yang mendukung gerakan cinta trotoar terdiri dari Madrasah Diniyah Al- Jauharotunnaqiyah, Madrasah Tsanawoyah Al- Jauhrotunnaqiyah Madrasah Diniyah dan Madsarah Cidunak.
“Dengan mengandeng para pelajar ini, kita ingin para PKL ini bisa malu dan tidak kembali berjualan diatas trotoar. Selain itu, kita ingin mengajak masyarakat maupun PKL untuk masyarakat publik agar turut terlibat dalam perubahan yang dilakukan pemerintah, sejak proses pembangunan hingga ketika fasilitas jalur pedestrian ini siap dinikmati,” tambahnya.
Maman mengaku, pihak kelurahan terus menghimbau dan mengingatkan para PKL untuk tidak berjualan diatas trotoar. Bahkan, untuk mengantisipasi PKL kembali berjualan diatas trotoar, pihaknya telah menyiapkan lahan (parkir bus) milik warga agar bisa berjualan di lahan tersebut.
“Kami (kelurahan,red) telah melakukan komunikasi dengan pihak pemilik lahan bus, pemilik parkir sudah bersedia lahan ya digunakan. Kami sih prinsipnya menyerahkan ke pemilik lahan apa sistem sewa atau bagaimana,” ujarnya.
Sementara itu, Kasi Pemerintahan dan Ketertiban Umum Nurul Hadiyati menuturkan, untuk mengawasi para PKL agar tidak berjualan kembali di trotoar, Kelurahan Bendungan akan terus melakukan himbauan serta melakukan pengawasan secara ketat kepada pedagang.
“Pengawasan akan terus kita (kelurahaan,red) akan lakukan agar PKL fak kembali berjualan diatas trotoar. Terlebih lagi, Pak Lurah (Maman,red) akan memberikan teguran keras kepada pihak RT dan RW untuk mengawasi para pedagang maupun warga agar tidak berjualan di trotoar,” ucapnya.
Nurul berharap, publik dapat turut serta menumbuhkan rasa memiliki serta berpartisipasi menjaga pedisterian yang akan dibangun. (Ully/Red)

