CILEGON, SSC – Salah satu penumpang kendaraan, Nasution yang menyeberang melalui Pelabuhan Merak, Kota Cilegon memilih menghindari pemberlakuan sistem ganjil genap. Ia mengaku memilih pulang ke kampung halamannya di Kabupaten Tapanuli Selatan sehari sebelum sistem itu diterapkan tanggal 30 mei 2019.
“Ini kan kemarin saya lihat di youtube kan ada sistem ganjil genap. Karena kita keluarga ada beberapa mobil, kan tidak sama platnya. Sebelum 30 mei ini, makanya kita berangkat duluan,” ujar Nasution ketika tengah menunggu bongkar muat kapal di Dermaga 1 Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Rabu (29/5/2019) dini hari.
Ia menjelaskan, sekalipun sistem itu tidak dikenakan sanksi seperti di Jakarta namun kekhawatiran tetap saja ada. Munurutnya, ia khawatir kendaraan yang ditumpanginya terpisah dengan kendaraan keluarganya yang lain karena bernomor plat berbeda.

“Kita khawatirnya, terpisah saja sama keluarga. Keluarga saya kan ini ada 6 mobil, kalau misalnya ada plat nomor yang ganjil dan ada yang genap, nanti berangkatnya terpisah. Ada yang hari ini berangkat, ada yang besok. Nah itu yang kita tidak mau terpisah,” paparnya.
Hingga pukul 03.30 WIB, kendaraan pemudik khususnya roda empat terlihat sudah mulai memadati Pelabuhan Merak. Bahkan, antrean terlihat hingga keluar pelabuhan menjangkau Jalan Cikuasa Atas. (Ronald/Red).

