CILEGON, SSC – Kapal-kapal penyeberangan di lintasan Pelabuhan Merak-Bakauheni diminta untuk meningkatkan kewaspadaanya saat berlayar di Perairan Selat Sunda sehubungan dengan status Gunung Anak Krakatau (GAK) yang naik menjadi siaga. Para nakoda juga diminta untuk meningkatkan pengamatan saat berlayar sehubungan imbauan BMKG terkait adanya gelombang tinggi dan angin kencang saat ini.

“Pertama bahwa semua pelaku pelayaran di Perairan Selat Sunda, kami meminta untuk memperhatikan cuaca yang terjadi saat ini. Kemudian untuk kapal-kapal baik turis-turis maupun kapal kecil tidak mendekati area yang sudah ditentukan dengan radius yang telah ditetapkan,” ujar Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Banten, Herwanto ketika di konfirmasi, Jumat (28/12/2018).

Untuk meningkatkan kewaspadaan itu, kata Herwanto, KSOP telah mengeluarkan surat edaran. Salah satu hal yang terkait dengan kewaspadaan terhadap cuaca dan erupsi GAK, KSOP meminta agar perusahaan pelayaran dapat memperhatikan kelaikan kapal secara serius saat berlayar baik kondisi permesinan, kemudi dan peralatan navigasi serta kelengkapan alat keselamatan kapal.

“Kemudian kita juga meminta agar memperhatikan kelaikan kapal itu sendiri. Untuk para nakoda, mereka ketika dalam perjalanan dapat melaporkan cuaca juga dan saling bertukar informasi,” tandasnya.

Sejauh ini, kata Herwanto, tidak terdapat kejadian yang menonjol di Perairan Selat Sunda. Ia berharap, kejadian Tsunami dan GAK yang statusnya naik menjadi siaga tidak mempengaruhi pelayaran khususnya penyeberangan Pelabuhan Merak-Bakauheni yang saat ini tengah menghadapi Angkutan Natal dan Tahun Baru 2019.

“Sejauh ini tidak ada kejadian apa-apa. Kita berharap Angkutan Natal dan Tahun baru ini dapat berjalan baik dan cuaca bisa bersahabat,” pungkasnya. (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here