20.1 C
New York
Kamis, April 30, 2026
Beranda Peristiwa Harga Melambung, Pedagang Daging Sapi di Cilegon Mogok Jualan Dua Hari

Harga Melambung, Pedagang Daging Sapi di Cilegon Mogok Jualan Dua Hari

0
233
Lapak pedagang daging sapi di Kranggot tampak Kosong, Senin (26/1/2026). Foto Selatsunda.com

CILEGON, SSC  – Pedagang daging di Pasar Kota Cilegon melakukan aksi mogok berjualan. Pasalnya, mogok jualan para pedagang daging sapi ini karena harga daging sapi terus mengalami kenaikan ditambah stok daging langka sehingga pedagang memilih untuk mogok berjualan.

Kepala UPT Pasar Kranggot, Kota Cilegon, Siti Rogayah mengatakan, aksi mogok jualan daging sapi ini dimulai sejak hari ini, Senin (26/1/2026) hingga Selasa (27/1/2026). Pedagang memilih mogok jualan, karena dipicu oleh melonjaknya harga daging sapi serta diikuti dengan kelangkaan stok di tengah permintaan yang tetap tinggi. Meski demikian, pemerintah daerah menegaskan bahwa kewenangan penentuan harga berada pada kewenangan Pemerintah Pusat.

“Jadi laporan dari pedagang daging sapi ini, mogok jualan hanya 2 hari saja. Sambil menunggu kebijakan dari pemerintah terhadap persoalan kenaikan dan kelangkaan daging sapi,” kata Rogayah ditemui di Pasar Kranggot, Senin (26/1/2026).

Lebih lanjut, kata Rogayah, meski terdapat kondisi tersebut, justru memberikan berkah untuk pedagang ikan. Yang mana, masyarakat beralih membeli ikan di lapak-lapak para pedagang ikan.

“Justru dengan kondisi ini, pedagang ikan mengalami peningkatan penjualan. Karena pembeli beralih membeli ikan. Rata-rata kenaikan lonjakannya sampai 30 persen dibandingkan biasanya. Bahkan, ada juga pedagang ikan bisa meraup omset hingga Rp 5 sampai Rp 7 juta per hari,” ujar Rogayah.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan pada Disperindag Kota Cilegon, Fitriadi Achmad mengatakan, saat ini pihaknya tengah menyiapkan langkah antisipasi agar aksi ini tidak berlarut-larut. Berdasarkan surat edaran yang diterima, aksi mogok tersebut diharapkan hanya berlangsung hingga esok hari agar aktivitas pasar kembali normal.

“Tentu kami akan mengambil langkah atas persiapan kelangkaan dan tingginya harga daging ini. Seperti, melakukan operasi pasar hingga koordinasi aksi dengan BUMN dan Bulog, untuk meminta bantuan pasokan stok daging beku atau cadangan pangan lainnya,” ucapnya.

Antisipasi lainnya, kata Kabid disapa Anggi yakni dengan melakukan koordinasi dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dinas Ketapang) untuk memastikan rantai pasok lokal tetap terjaga.

“Kami akan melaporkan kondisi lapangan ini kepada pimpinan terlebih dahulu. Setelah itu, kami segera berkoordinasi dengan Bulog dan pihak terkait lainnya untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi,” tegasnya.

Pihaknya berharap para pedagang daging sudah kembali beraktivitas normal sehingga keseimbangan komoditas di pasar tetap terjaga dan pilihan konsumen tidak terbatas. (Ully/Red)