CILEGON, SSC – Walikota dan Wakil Walikota Cilegon, Helldy Agustian-Sanuji Pentamarta diminta jangan hanya terlalu dominan membenahi internal birokrasi tetapi kepala daerah sudah mulai bisa melakukan sosialisasi terhadap janji-janji politik mereka ke masyarakat seperti yang disampaikan dimasa kampanye Pilkada 2020 lalu.
Pengamat Politik dari Universitas Tirtayasa (Untirta) Suwaib Amirrudin, Rabu (17/3/2021) mengatakan, Helldy-Sanuji selama dua pekan duduk sebagai kepala daerah begitu sibuk mengurus internal birokrasi. Menurutnya, hal itu memang penting dilakukan namun yang perlu didahulukan adalah bagaimana saat ini di 100 hari kerja sudah mulai melakukan sosialisasi janji politik mereka ke masyarakat terutama tentang kesejahteraan, kesehatan dan pendidikan.
“Pak Helldy dan Pak Sanuji sudah harus turun ke lapangan menyampaikan ke masyarakat apa yang menjadi target-target program yang ada di janji politiknya ketimbang terlalu sibuk membenahi birokrasinya. Karena birokrasi itu kan sederhana sekali. Kalau ada yang lemah, bisa di lelang atau di assestment. Artinya jangan terlalu sibuk membenahi Dinas a, b, c tapi pada akhirnya 100 hari kerja kedepan tidak melakukan apa-apa,” ungkapnya.
Suwaib menerangkan, bagaimanapun juga Helldy-Sanuji seharusnya menyadari bahwa yang memilih mereka sebagai kepala daerah adalah rakyat Cilegon. Keduanya dalam kapasitas sebagai kepala daerah semestinya dapat cepat menepati janji politik kepada masyarakat.
Apalagi seperti yang diketahui, Helldy-Sanuji mempunyai tagline bekerja dengan berlari cepat. Menurutnya, lari cepat itu sudah dimulai dengan merealisasikan visi, misi dan program pada janji politik yang disampaikan.
Bukan ketimbang lebih mendahulukan membenahi birokrasi.
“Bagaimanapun juga yang memilih itu rakyat cilegon, bukan kepala dinas atau birokrasi. Birokrasi ini alat pendukung kepala daerah.
Jangan hanya sekedar memperkuat di birokrasinya tetapi beliau ini kan punya tagline ingin jalan cepat. Maka sebaiknya pertemuan dengan birokrasi itu jangan terlalu banyak konsolidasi. Karena janji politik Helldy-Sanuji ini banyak sekali,” paparnya.
Sampai saat ini, kata dia, tidak semua masyarakat di Cilegon paham dengan janji politik Helldy-Sanuji apalagi soal program Kartu Cilegon Sejahtera (KCS). Pada 100 hari kerja ini, Helldy-Sanuji sudah memperkenalkan KCS. Sembari memang keduanya sedang menyusun seluruh program dalam RPJMD 2021-2026 Kota Cilegon.
Khawatir Suwaib, jika masa kepemimpinan Helldy-Sanuji hanya 3,5 tahun dan program tidak terlaksana maka yang terdampak adalah masyarakat Cilegon karena janji politik diingkari.
“Kalau melenceng dari itu janji politik beliau tidak akan terlaksana. Pada akhirnya Kegalauan itu bukan di kepala daerah tetapi di masyarakatnya,” pungkasnya. (Ronald/Red)

