SERANG, SSC – Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Terdepan Mahasiswa Peduli (Pandemi) menyayangkan pertemuan dialog di Kantor Dinas Sosial, Kota Serang, Kamis (11/6/2020) terkait persoalan Jaring Pengaman Sosial (JPS). Bukannya dihadapkan dengan Kadinsos Serang, Moch Poppy Nopriadi dalam dialog malah ditemui utusan yang bukan kapasitasnya.
“Kita bertujuan kepada Dinas Sosial khususnya kepala Dinas sosial Kota Serang. Tapi nyatanya hari ini yang mendampingi kita bukan orang Dinas Sosial. Kita kecewa betul dan menyayangkan malah mengutus orang yang bukan tupoksinya,” ujar salah satu mahasiswa perwakilan SWOT Halabi di Kantor Dinsos.
Mahasiswa dalam surat yang dilayangkan pada Rabu, (10/6/2020) meminta agar Kadinsos dapat berdialog dengan mahasiswa. Namun yang menemui diduga bukan dari pihak Dinsos.
Diketahuinya orang yang menerima berdialog bernama Ruli saat para mahasiswa mengkofirmasi pihak Dinsos di bagian resepsionis.
“Namanya Pak Ruli (yang nerima mahasiswa). Setelah saya tanya kepada orang Dinas Sosial ternyata orang Dinas Sosial tidak kenal sama pak ruli. Ruli, pengakuanya sebagai staf pendistribusian JPS,” terangnya.
Karena kecewa atas dugaan temuan pembagian paket JPS berlogo Dinsos oleh salah satu anggota DPRD dari Dapil Kecamatan Serang, Mahasiswa mengancam akan menggeruduk kembali Esok hari.
“Besok kita akan menggeuruduk Dinas Sosial dengan membawa masa yang lebih banyak. Kalo Dinas Sosial tidak ada itikad baik kita akan demo di Depan Dinas Sosial. Karena memang kita temukan tracking dilapangan bahwa ada oknum Dewan yang ikut mendistribusikan padahal itu bukan tupoksinya, volume bantuan sosial dari kelurahan itu 10 kilo tapi dari oknum dewan ini 20 kilo. Ini politik praktis dewan kita kroscek di Unyur,” katanya.
Dari informasi yang diperoleh dari staf resepsionis bahwa orang yang menemui mahasiswa bernama Ruli bukanlah pihak Dinsos.
“Bukan, dia bukan orang Dinsos. Dia suruhan dari pak Kadis,” kata resepsionis yang enggan menyebutkan namanya.
Pantauan di lokasi, kondisi sempat memanas saat para mahasiswa tak terima karena yang menemui bukan pihak Dinsos. Adu mulut antara mahasiswa dengan pegawai Dinsos di bagian Respsionis akhirnya berhenti dengan kesepakatan pihak Dinsos besok akan menghadirkan orang yang kompeten untuk menemani mahasiswa berdialog.
Kadinsos Serang, Moch Poppy Nopriadi saat dicoba untuk dihubungi melalui sambungan telepon belum dapat dikonfirmasi. Telepon yang dituju masih belum direspon. (MG-01)

