CILEGON, SSC – Mualim 1 KMP Windu Karsa Dwitya (WKD), Rindang Roch Basuki (46) yang sebelumnya dilaporkan hilang terjatuh ke laut saat insiden tubrukan antara KMP Windu Karsa Dwitya dengan KMP Virgo 18 di perairan dekat Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, akhirnya ditemukan. Korban ditemukan di Perairan Cilegon dalam kondisi tidak bernyawa.
Kepala Basarnas Banten, Zaenal Arifin melalui Kasubsi Ops, Hairoe Amir Abyan mengatakan, jasad korban ditemukan pada Rabu (24/4/2019) sekitar pukul 08.20 WIB. Pasca penemuan, jasad korban langsung dievakuasi ke Dermaga 1, Pelabuhan Merak.
“Memang benar sudah ada penemuan. Pukul 08.40 WIB, korban dievakuasi ke darat. Anak korban sudah mengakui dan mengenali juga,” Ujarnya.
Dijelaskan Hairoe, jasad korban ditemukan tak jauh dari lokasi kejadian. Penemuan itu menggunakan kapal Basarnas RB 410.
“Jadi ditemukan 1,87 kilometer dari lokasi jatuh. Ditemukan antara Pulau Merak Besar dengan Pulau Tempurung,” paparnya.
Setelah dievakuasi ke Pelabuhan Merak, papar dia, jasad korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Krakatau Medika untuk diproses lebih lanjut. Dengan adanya penemuan itu, operasi pencarian pada hari ketiga dihentikan.
“Karena korban sudah ketemu, operasi sudah selesai,” tandasnya. (Ronald/Red)

