20.1 C
New York
Kamis, Juni 4, 2026
BerandaPeristiwaKSOP Banten Sebut KMP Windu Karsa dan Virgo Laik Jalan Sebelum Tubrukan...

KSOP Banten Sebut KMP Windu Karsa dan Virgo Laik Jalan Sebelum Tubrukan di Merak

-

CILEGON, SSC – Kantor Kesayahbandaran Otoritas dan Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten menyebut dua kapal baik KMP Windu Karsa Dwitya (WKD) dan Virgo 18 dalam kondisi laik jalan sebelum insiden tubrukan terjadi.

“Sebelum insiden kapal itu laik laut. Untuk itulah kapal itu bisa operasional,” ungkap Kepala KSOP Banten, Herwanto saat mendampingi KNKT meninjau lokasi tubrukan di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Selasa (23/4/2019).

Pasca insiden, kedua kapal itu mengalami kerusakan yang cukup parah. Kapal saat ini engker dan akan segera diperbaiki oleh masing-masing perusahaan pelayaran.

“Namun karena ada insiden itu, kapal itu harus menunggu lagi pemeriksaan. Karena ada dua kapal yang rusaknya berbeda. Yang satu kapal menentukan perbaikan yang cukup besar, seperti KMP Windu Karsa. Kalau kapal Virgo 18 kemungkinan tidak terlalu lama, untuk perbaikan hanya bagian lambung saja diperbaiki,” paparnya.

Baca : KNKT Turun ke Pelabuhan Merak, Investigasi Tubrukan KMP Windu Karsa vs KM Virgo 18

Disinggung ada dugaan olah gerak KMP Virgo bermasalah, ia tak bisa menduga hal itu menjadi penyebab kejadian. KSOP masih menunggu hasil investigasi KNKT.

“Saya kira jangan menduga-duga, nanti kita tunggu hasil investigasi saja,” tuturnya.

Mengenai kedua kapal diperkirakan tidak dapat melayani Angkutan Hari Lebaran pada Juni mendatang, pihaknya tak mengkhawatirkannya. Karena kapal di lintasan Pelabuhan Merak-Bakauheni, lanjutnya, jumlahnya tergolong banyak.

“Angkutan Lebaran, jangan khawatir kapal kita banyak. Armada kita ada 71 kapal. Memang ada yang naik dock kalau tidak salah ada 9 kapal. Jadi masih bisa terlayani, mudah-mudahan,” paparnya.

Sementara Kepala Cabang PT Jemla Ferry di Merak, Koko Setiabudi membantah ada dugaan olah gerak KMP Virgo bermasalah. Dari klarifikasi manajemen kepada Nakoda, dugaan kejadian lebih dikarenakan adanya faktor alam atau ada dorogan arus di alur sehingga terjadi tubrukan.

“Itu (dugaan olah gerak bermasalah) tidak benar. Kalau dari sisi teknis dan notice, normal semua. Posisi arus mungkin itu. Artinya untuk memutuskan mana salah, mana benar, saya tidak berhak. Yang jelas, konfirmasi saya baik teknis maupun notice, tidak ada masalah,” terangnya.

“Jadi dari sisi nakoda sendiri pada olah gerak disini, terdorong arus, koordinasi, sehingga terjadi seperti itu,” sambung Koko. (Ronald/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -DEWAN 2