Pasar Kranggot, Kota Cilegon. Foto istimewa

CILEGON, SSC – Sampai akhir 2023, target penagihan sewa kios di Pasar Kranggot tak capai target. Di mana, target sewa kios baru tercapai 19,16 persen atau mencapai Rp 114 juta dari target Rp 595 juta.

“Dari januari hingga september 2023, target realisasi tunggakan sewa kios baru mencapai Rp 114 juta,” kata Kepala UPTD Pasar Kranggot, Kota Cilegon, Dani Rachmat  kepada Selatsunda.com,” Jumat (13/10/2023).

Ia beralasan belum tercapainya target tungakan sewa kios ini, karena para pedagang beralasan jika penghasilan omset pedagang turun dratis serta tidak ada lagi sistem penagihan sewa kios yang dilakukan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari Cilegon) ke Pasar Kranggot.

Baca juga  Pertemuan Komwil III APEKSI di Depok, Wali Kota Helldy Ungkap Bonus Demografi 2045 Jadi Bahasan Utama

“Pada 2022 lalu kan, dari Kejaksaan Negeri Cilegon ikut menagih sewa kios pedagang yang menunggak. Bahkan capaianya bisa mencapai 90 persen. Tapi tahun ini tidak ada lagi penagihan yang dilakukan oleh kejaksaan. Karena tidak lagi ditagih oleh tim kejaksaan, di awal 2023, saya melakukan woro-woro ke lapak pedagang untuk membayar tanggung jawabnya membayar lapak. Kami (UPTD Pasar Kranggot) hanya operator saja sedangkan pusatnya ada di dinas. Mudah-mudahan bisa menjadi catatan oleh dinas unruk segera buat perubahan,”  jelas Dani.

Lanjut Dani, total pedagang kios di Pasar Kranggot mencapai 678 pedagang. Untuk retribusi sewa kios, pedagang dikenakan biaya sebesar Rp 253 hingga Rp 300 ribu

Baca juga  Pertemuan Komwil III APEKSI di Depok, Wali Kota Helldy Ungkap Bonus Demografi 2045 Jadi Bahasan Utama

“Dari total 678 pedagang yang menunggak tagihan mencapai 500 pedagang,” pungkas Dani. (Ully/red)