HUT Ke – 19, Pemkot Cilegon Luncurkan 9 Aplikasi Smart City

0
58

CILEGON, SSC – Tepat pada Hari Ulang Tahun Kota Cilegon ke – 19, Pemerintah Kota Cilegon meluncurkan 9 aplikasi konsep kota cerdas atau yang dinamai Cilegon Smart City. Konsep dengan memanfaatkan perkembangan berbasis teknologi itu digagas untuk memudahkan layanan kepada masyarakat.

Diketahui, 9 aplikasi Cilegon Smart City yang diluncurkan pemkot diantaranya Layanan Nomor Panggilan Darurat 112, layanan Nomor Panggilan Darurat 119, Aplikasi Perizinan Online, Aplikasi E-Puskesmas, Aplikasi Perpustakaan Digital. Selain itu aplikasi lain juga diluncurkan yakni aplikasi Hibah dan Bansos, Aplikasi Website E-Commerce Piwku, Aplikasi Barang Milik Daerah dan Aplikasi Managemen Jalan dan Jembatan.

Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Cilegon, Edi Ariadi mengatakan, 9 aplikasi layanan berbasis online itu diluncurkan untuk memudahkan layanan kepada masyarakat. Dengan aplikasi itu, berbagai informasi dari masyarakat dapat terhubung secara langsung ke pemkot Cilegon.

“Bertepatan di HUT Cilegon kali ini, kami (Pemkot,red) meresmikan 9 aplikasi yang bisa dinikmati oleh masyarakat. Di mana berbagai keluhan yang disampaikan oleh masyarakat bisa langsung ditujukan oleh OPD (Organisasi Perangkat Daerah, red) yang ingin dituju,” kata Edi, Jumat (27/4/2018)

Edi menambahkan, aplikasi positif itu juga diimplementasikan sebagaimana saran yang disampaikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Aplikasi itu termasuk sebagai upaya pihaknya dalam mencegah tindakan korupsi.

“Dengan rekomendasi KPK ini, diharapkan mampu mencegah praktek korupsi yang terjadi di Kota Cilegon,” tambahnya.

Sementara itu, Kadis Dinas Komunikasi, Informatika, Sandi dan Statistika (DKISS) Cilegon, Ahmad Jubaedi, mengaku, aplikasi online yang diluncurkan pihaknya dimaksudkan untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi layanan pemkot. Slaah satunya yang dibutuhkan saat ini terkait perizinan online.

“Salah satu hal yang urgent yang didorong terkait aplikasi yang diluncurkan ini tentang perizinan online,” ujarnya.

Aplikasi online yang diterapkan itu, kata Jubaedi, sebagai salah satu bagian rencana aksi Korpsurgah KPK.

“Pada sisi lain Smart City merupakan salah tuntutan zaman yang harus kita (Pemkot,red) disesuaikan dengan kebutuhan publik dan dunia di mana penerapan informasi dan informatika untuk memperlancar adminitrasi pemerintahaan dan juga meningkatkan kualitas pelayanan publik,” ucapnya.

Sejauh ini, sambung Jubaedi, penerapan aplikasi smart city dalam tahap penyempurnaan. Ia berharap, aplikasi itu dapat segera dilaksanakan oleh pihaknya sebagaimana sesuai dengan program kerja dan rodmaap smart city yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Cilegon 2016-2021.

“Banyak mendukung untuk peningkatan pelayanan publik instansi pemerintahan tersebar diberbagai OPD termasuk nanti bagaimana pelayanan terpadu kecamatan seperti halnya perizinan online itu tahun,” jelasnya. (Ully/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here