Pembobol ATM “Bergentayangan” Di Cilegon

0
47

CILEGON, SSC – Aksi pembobol mesin ATM kembali terjadi di Kota Cilegon. Kali ini, aksi kejahatan komplotan mesin penghasil uang itu menimpa salah seorang karyawan swasta, Lina (28). Para pelaku beraksi dengan modus operandi menukar kartu ATM milik korban saat berada di ATM BNI 46, Kompleks Pertokoan Cilegon City Square, Cilegon. Diduga, korban turut dihipnotis oleh para pelaku.

Informasi yang dihimpun, kejadian pembobolan ATM itu terjadi sekitar pukul 09.30 WIB, 26 April, kemarin. Dalam pengakuan korban, saat itu dirinya tengah mengantre di mesin ATM untuk mengambil uang. Korban tidak mengira jika dirinya telah dikelilingi para pelaku yang saat itu turut mengantre. Korban kemudian merasa curiga ketika salah seorang pelaku yang ada didepannya mempersilahkan untuk masuk ke lokasi mesin ATM. Saat masuk kearea mesin ATM, kartu milik korban tidak dapat masuk sepenuhnya kedalam mesin yang ada. Ketika panik tidak dapat memasukan kartu, pelaku lain tiba-tiba masuk kelokasi mesin ATM dan menepuk bahu korban. Pelaku lain yang juga turut masuk kemudian berpura-pura mengalihkan perhatian korban. Saat itu, korban merasa dihipnotis dan kartu miliknya langsung ditukar oleh para pelaku dengan cepat.

“Saat didalam, kartu tidak bisa sepenuhnya masuk. Kartu saya nongol sedikit. Begitu kartu ATM mau saya tarik, ada orang yang di belakang menepuk bahu saya, nyuruh ATM dimasukkin aja. Setelah itu satu orang lainnya memberitahu saya, menanyakan ada uang Rp5 ribu di bawah kaki, milik saya bukan? Saya curiga sepertinya saat itu ATM saya ditukar,” ujar Lina, Jumat (27/04/2018).

Paska kejadian itu, dipaparkan korban, dirinya langsung memberitahu petugas bank yang ada disebelah lokasi ATM. Korban langsung meminta agar rekening diblokir. Korban kemudian menelpon suaminya untuk meminta bantuan untuk mengecek saldo rekening miliknya. Alhasil, uang didalam rekening telah berkurang sebanyak Rp. 5 juta. Merasa telah dihipnotis dan uang direkening menyusut, korban bersama rekannya langsung membuntuti dua mobil yang dikendarai para pelaku dengan menggunakan motor ke arah Kecamatan Kramatwatu. Korban sempat mengikuti gerak-gerik pelaku saat di mesin ATM Danau Mas. Ketika pelaku bergerak ke arah Alun-alun Kramatwatu, Korban meminta rekannya untuk terus membuntuti jejak pelaku. Bersamaan dengan itu, korban langsung meminta pertolongan petugas Polsek Kramatwatu yang lokasinya tak jauh dengan jejak para pelaku.

“Ada dua mobil, Avanza dan Rush. Saya langsung membuntuti, mereka melaju ke arah Serang. Mereka sempat mampir ke ATM di Danau Mas, transaksi di situ dan ganti baju. Saya meminta bantuan teman untuk terus membuntutinya, sementara saya langsung melapor ke kantor polisi di Kramat,” paparnya.

Bersama aparat kepolisian, komplotan berhasil diringkus di sebuah minimarket di dekat Alun-alun sekitar pukul 11.00 WIB. Diketahui, tiga pelaku diciduk aparat sementara dua pelaku lain kabur.

“Waktu melihat pelaku di Alfamart, saya langsung teriak maling, dan tiga orang di antaranya langsung ditangkap, terus dua orang yang lainnya berhasil kabur,” ujarnya.

Para pelaku kemudian digiring ke Polsek Kramat, untuk diperiksa. Kapolsek Kramatwatu, Kompol Dudung Junaedi yang dihubungi melalui telepon masih belum dapat dikonfirmasi terkait kejadian itu. Pesan pendek yang ditujukan masih belum dibalas. (Ronald/Red).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here