Kondisi penumpang kendaraan di Dermaga I, Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Senin (27/7/2020). Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak memprediksi jumlah penumpang yang akan menyeberang di Pelabuhan Merak pada momentum Hari Raya Idul Adha 2020 akan mengalami lonjakan. Lonjakan diprediksi terjadi karena pengaruh larangan mudik yang sempat diberlakukan pemerintah pada Hari Lebaran lalu menangani penyebaran Covid-19.

“Kalau Idul Adha tahun sebelumnya normal saja. Idul Fitri sebelumnya pada 2019, itu logistik tidak boleh lewat. Tapi Idul Adha tahun ini, momentum ini dipengaruhi (kebijakan larangan mudik) Idul Fitri dimana dianggap bahwa tidak seperti sebelumnya karena ada Covid-19. Ada pembatasan pengguna jasa sehingga tidak bisa menyeberang, mudik dilarang,” ujar General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Merak, Hasan Lessy usai monitoring Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Senin (27/7/2020).

GM menerangkan, jumlah penumpang pada angkutan Idul Adha diperkirakan naik secara signifikan. Kenaikan mencapai 10 persen dibanding momentum yang sama di tahun sebelumnya.

“Kalau prediksi kita, (kenaikan jumlah penumpang) akan (siginigikan) terjadi seperti itu,” ujarnya.

“Kalau diprediksikan dengan tahun sebelumnya bisa 10 persen. Ini baru prediksi, kita belum melihat nanti di lapangan,” sambung Lessy.

Sejauh ini, kata Lessy, penumpang di hari kelima (H-5) sebelum Idul Adha terpantau belum terjadi kenaikan. Jumlah diprediksi
meningkat pada hari ketiga (H-3) sebelum hari raya.

“Lonjakan itu saya kira semua. Penumpang pejalan kaki maupun kendaraan. Diprediksi H-3 akan sudah mulai signifikan,” tandasnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan, PT ASDP mengoperasikan 7 dermaga. Pengoperasian kapal akan dilakukan dengan strategi normal, padat dan sangat padat.

“Antisipasi penumpang, kami menyiapkan strategi normal, padat dan sangat padat. Normalnya kapal kita operasikan 28 kapal.
Kita juga operasikan 7 dermaga, 1 dermaga eksekutif dan 6 dermaga reguler,” pungkasnya. (Ronald/Red)