Kantor Unit Transfusi Darah di Kabupaten Serang, Rabu (25/3/2020). Foto Istimewa

SERANG, SSC – Penyeberan Covid-19 di Provinsi Banten berdampak luas bagi masyarakat. Salah satunya ketersediaan stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Serang mengalami kekosongan.

Salah satu pegawai PMI Kabupaten Serang, Diki mengatakan, jumlah pendonor sejak virus corona merebak mengalami penurunan.
Jika dalam sehari biasanya pendonor sebanyak 20 orang namun kini jumlahnya mengalami penurunan.

“Kalau untuk datang ke kantor sekitar 20 orang di hari biasa. Sekarang sepi saja, paling 5 orang, itu pun jarang,” ujarnya saat dihubungi via whatsapp, Rabu (25/3/2020).

Kelangkaan stok darah sudah terjadi sejak setengah bulan lalu. Kasus penyebaran Covid-19 di Banten menjadi pengaruh utama menurunnya pendonor.

“Ada kali yah dari tanggal 5 maretan. Sudah mulai berkurang pendonornya,” terangnya.

Ia menyatakan, rata-rata darah didonorkan hanya untuk kepentingan keluarga atau kerabat yang sedang membutuhkan.

“Paling juga yang datang donor itu untuk keperluan kaya misal ada sodara atau keluarga yang sedang butuh darah, kalau yang datang ke kantor untuk donor darah dan diberikan ke PMI itu jarang,” ucapnya.

Ia menyarankan, bagi masyarakat yang membutuhkan darah dapat membawa keluarga atau kerabat yang siap mendonasikan darah. Karena ketersediaan stok darang mengalami kekosongan. Masyarakat juga diminta tidak takut mendonorkan darahnya untuk kepentingan masyarakat yang membutuhkan.

“Kami mohon bantuan sekiranya yang ingin donor darah dapat langsung ke gedung unit donor darah PMI Kabupaten Serang di jalan Salem Baimin Nomor 06 Cimuncang Serang,” tungkasnya. (MG-01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here