Podcast Kantor Imigrasi Kota Cilegon kolaborasi dengan Jurnalis Parlemen Cilegon terkait pembuatan paspor lewat M-Paspor, Kamis, (21/7/2022). Foto Screenshoot video YouTube Kantor Imigrasi Cilegon

CILEGON, Selatsunda.com – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Cilegon mulai menerapkan pembuatan paspor dengan aplikasi Mobile Paspor atau M-Paspor. Banyak masyarakat di Kota Cilegon yang dimudahkan dengan aplikasi ini. Namun tidak sedikit juga masyarakat yang paham dengan aplikasi yang diluncurkan Kementerian Hukum dan HAM diawal Januari lalu itu.

Menanggapi masih banyak masyarakat  kesulitan membuat paspor dengan M-Paspor,  Kepala Kantor Imigrasi Kota Cilegon, Ruhiyat M Tolib mengupasnya dalam Podcast Kolaborasi Kantor Imigrasi Kelas II TPI Cilegon dengan salah satu perkumpulan awak media di Cilegon, Jurnalis Parlemen Cilegon (JPC).

Kepala Kantor Imigrasi Cilegon, Ruhiyat Tolib dipandu host JPC, Ronald Siagian menjelaskan cara pembuatan paspor dengan M-Paspor mulai dari tahapan pendaftaran hingga sesi wawancara.

Ruhiyat mengawalinya dengan menjelaskan kebijakan tentang M-Paspor. Aplikasi tersebut dapat digunakan masyarakat untuk mengajukan permohonan paspor baik pembuatan paspor baru serta penggantian paspor secara online. Namun ada juga yang dikecualikan.

“M-Paspor ini nggak semua bisa (mengajukan paspor)-lah ya. Yang belum bisa (atau) di-(kecualikan) ini kan PMI (Pekerja Migran Indonesia) pemula. PMI pemula itu, orang bekerja keluar negeri. Karena dia kan butuh rekomendasi dan lain-lain, itu yang biasa dia datang work in. Yang belum bisa itu (juga), paspornya rusak, kalau nggak perbedaan data,” ungkapnya dikutip Selatsunda.com dari YouTube Kantor Imigrasi Kelas II TPI Cilegon, Sabtu (23/7/2022).

Ruhiyat pun menjelaskan syarat yang dibutuhkan saat mengajukan pembuatan paspor lewat M-Paspor. Kata dia, pemohon setelah mengunduh M-Paspor dari Playstore cukup mengunggah persyaratan utama yaitu KTP, Kartu Keluarga (KK) dan Akta Lahir.

Baca juga  KPU Cilegon Beri Santunan Rp 42 Juta Kepada Keluarga Anggota KPPS yang Meninggal Dunia

“Syarat pembuatan paspor itu hanya tiga saja, KTP, KK dan akta lahir,” terangnya.

Kemudian Ruhiyat menerangkan, ada perbedaan persyaratan saat pemohon mengajukan pembuatan paspor baru dengan pergantian paspor lama menjadi paspor baru. Jika pengakuan paspor baru, pemohon musti melengkapi 3 persyaratan utama, sebagaimana dijelaskan sebelumnya. Sementara pergantian paspor, pemohon cukup membawa e-KTP.

“Kalau paspor baru tiga-tiga (persyaratan dokumen utama)-nya harus dibawa. Tapi kalau pergantian, cukup membawa e-KTP,” terangnya.

Saat itu, Host Ronald seketika membawa dan menunjukan paspor lama miliknya yang masa berlaku telah habis pada 2015. Ronald sempat menanyakan  jika saat nanti mengajukan apakah paspor lama yang telah habis masa berlalu tergolong perpanjangan atau pembuatan paspor baru.

Ruhiyat pun menjelaskan “Ini (menunjuk paspor host) (tergolong) pergantian paspor habis masa berlaku. Mau habisnya 10 tahun lalu, 5 tahun lalu, nggak masalah, yang penting masih ada fisik yang lamanya. Pergantian itu tinggal bawa e-KTP,” jelasnya.

Mengenai pembayaran, Ruhiyat menjelaskan, besaran pembayaran pembuatan paspor lewat M-Paspor ada tarifnya. Sejak penerapan aplikasi pendaftaran paspor online (APAPO) hingga transformasi sistem ke aplikasi M-Paspor, tarifnya tidak terdapat perubahan. Nilai yang dibayarkan pemohon tetap sama dan semua masuk sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

“PNBP-nya sama, tidak ada yang berubah. Menurut saya lebih baik M-Paspor ya. Ini kan teknologi yang semakin membaik ya. Yang tadinya nggak ada jadi ada, yang dulunya, nggak bisa jadi bisa. Jadi dari segi biaya tidak ada perubahan,” terangnya.

Baca juga  Satu Anggota KPPS di Kota Cilegon Dikabarkan Meninggal Dunia

Bahkan Ruhiyat menjelaskan, saat ini pembuatan paspor bukan hanya lewat M-Paspor tetapi pemohon bisa datang ke Imigrasi mengajukan paspor terbit dalam satu hari. Itu tergolong sebagai permohonan percepatan pembuatan paspor.

Karena permohonan percepatan, kata Ruhiyat, tarif PNBP diberlakukan berbeda dari tarif normal biasanya membuat paspor.

“Sekarang sudah bisa orang buat paspor dalam satu hari. Itu permohonan percepatan. Dia bayar percepatan ke negara itu untuk bayar percepatannya itu Rp 1 juta, plus-nya biaya bukunya lagi, jadi Rp 1,3 juta,” ungkapnya.

Pada sesi terakhir perbincangan, Ruhiyat mengimbau agar warga Kota Cilegon tidak perlu perantara untuk membuat paspor. Dengan adanya aplikasi M-Paspor, warga Kota Cilegon sudah sangat dimudahkan. Ruhiyat menyebut, masyarakat tinggal mendownload aplikasi, isi formulir, lalu persyaratan di upload melalui handphone.

“Setelah itu datang ke kantor tinggal foto dan wawancara, kalau sudah selesai mendapat notifikasi, kan begitu mudah. Dan jika masih kesulitan, artinya sulit menggunakan M-Paspor silahkan menyampaikan di kanal-kanal medsos kita,” ujarnya.

“Ini susah nih, nanti akan kita respon cepat. Jika ingin lebih puas lagi silahkan datang ke kantor temui customer service untuk meminta penjelasan,” jelasnya.

Ruhiyat juga memastikan, teknologi sekarang dengan menggunakan aplikasi untuk membuat paspor menggunakan M-Paspor ini akan lebih memudahkan.

“Kalaupun ada kekurangan namanya sistem, ada kurangnya dikit lah. Tapi selama ini di kanal medsos kami ga ada komplain, jadi pelayanan berjalan baik, M-paspor juga semakin memudahkan dalam pengajuan paspor,” pungkasnya. (Red)