Ruang Smart Retail Diskominfo Serang yang menampung aduan maayarakat salah satunya lewat sistem rabeg. (Foto Dokumentasi Ronald/Selatsunda.com)

SERANG, SSC – Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Serang mencatat ada 4 (empat) Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkup Kota Serang yang banyak dikeluhkan oleh masyarakat. Keempat OPD ini, yakni, Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), Disperindagkop (Dinas Perindustrian dan Koperasi) dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

Hal ini terungkap dalam rapat evaluasi dan koordinasi terkait pelaksanan layanan aduan masyarakat berbasis online alias Rabeg (Reaksi Atas Berita Warga) yang langsung dibuka oleh Walikota Serang, Syafrudin di Kantor Diskominfo Kota Serang, Rabu (17/11/2020).

Kepala Diskominfo Kota Serang, Hari Pamungkas mengatakan, keempat OPD ini memiliki karakterisitik aduan berbeda-beda yang disampaikan masyarakat. Seperti, Dinas Perhubungan (Dishub) menyangkut persoalan PJU, traffic light, parkir liar dan terminal. Kedua, DPUTR terkait aduan insfrastruktur, drainase, kali macet, banjr, jembatan rusak dan jalanan berlubang.

Baca juga  Meresahkan, ODGJ Berkeliarkan di Kota Serang

Selanjutnya, Disperdaginkop mencakup bantuan presiden (banpres) dan UMKM. Terakhir, Disdukcapil terkait dengan pembuatan kartu keluarga.

“Dari semua aduan ini, ada 3 hal yang menjadi penekanan dari Pak Walikota (Syafrudin) yang harus ditindaklanjuti. Yakni, peningkatan sosialiasi terkait dengan pelaksanaan rabeg, tingkatkan koordinasi dengan OPD, dan semua keluhan warga harus ditindaklanjuti cepat oleh OPD yang bersangkutan,” kata Hari kepada Selatsunda.com.

Masih kata Hari, berdasarkan data yang dimiliki Diskominfo Kota Serang, total aduan masyarakat melalui sistem Rabeg sejak Januari hingga November 2020 tercatat sebanyak 66 aduan. Jumlah ini lebih banyak dari tahun sebelumnya hanya berkisar 45-50 aduan. Saat ini jumlah warga yang sudah terdaftar dalam program Rabeg sebanyak sebanyak 1.596 orang. Angka ini jauh lebih tinggi dari 2019 hanya mencapai 1100 pendaftar.

Baca juga  Pemkot Serang Gelontorkan Rp 2,9 Miliar Bangun Kantor Kecamatan Kasemen

“Terbanyak di 2020 ini sebanyak 66 aduan. Angka ini jauh lebih banyak dari tahun sebelumnya. Kira-kira per hari aduan yang masuk ke operator kami sebanyak 6-7 aduan. Ini menunjukan jika warga Kota Serang sudah tahu menyampaikan keluhan ke mana,” katanya.

Disinggung setelah aduan masuk lalu OPD menindaklanjutibya, Hari memastikan itu. Namun mekanismenya berjenjang. Bila tidak ditindaklanjuti OPD maka akan langsung direspon oleh Seketaris Daerah (Sekda) dan kemudian selanjutnya walikota.

“Jadi sistemnya naik berjenjang. Kalau dari OPD tidak ditindaklanjuti maka naik ke sekda. Nah kalau di sekda tidak ditindaklanjuti juga maka akan naik ke walikota,” ucapnya. (Ully/Red)