20.1 C
New York
Rabu, Juni 24, 2026
BerandaPeristiwaIni Penjelasan Lengkap Polisi Terkait Pipa Reaktor Pabrik MCCI di Cilegon Meledak

Ini Penjelasan Lengkap Polisi Terkait Pipa Reaktor Pabrik MCCI di Cilegon Meledak

-

CILEGON, SSC – Pipa di area reaktor pabrik kimia PT Mitsubishi Chemical Indonesia (MCCI) yang berlokasi di Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon meledak dan menyemburkan zat kimia pada Rabu (23/2/2022). Akibatnya, 6 pekerja di pabrik lain yang bersebelahan dengan pabrik MCCI, mengalami luka-luka.

Mengenai hal ini, Kapolres Cilegon, AKBP Sigit Haryono membeberkan sumber ledakan tersebut. Sigit mengatakan, ledakan itu bersumber di bagian produksi Purified Therepthalic Acid, tempat pengolahan bahan baku polyster/benang.

Sigit menerangkan, di area tersebut diproses pengolahan zat bahan baku benang atau Crude Therepthalic Acid (CTA) melalui pipa yang menghubungkan antara Mesin Reaktor ke Mesin Filter. Namun saat dialirkan dan bercampurnya zat itu dengan air bersuhu panas, terdapat perbedaan tekanan. Diduga akibat perbedaan tekanan, pipa mengalami kebocoran hingga terjadi ledakan.

“Jadi pipa ini lah terjadi kebocoran, karena perbedaan tekanan. Cairan ini kan isinya air panas, kemudian dicampur dengan bahan kimia tadi. Jadi ketika terlepas ke udara menimbulkan perbedaan tekanan dan terjadi ledakan atau suara dentuman,” ungkap Kapolres kepada media di lokasi pabrik.

Ledakan itu, kata Kapolres mengakibatkan semburan zat kimia ke udara dan terdampak hingga area Depo Pertamina Tanjung Gerem yang lokasinya berada di samping lokasi.

“Ledakan itu mendorong pipa dan kemudian pipa tersebut terangkat 40 derajat, isinya menyembur keluar.  Sempat mengenai Pertamina, Karena (lokasi ledakan) berdampingan dengan Pertamina Gerem,” terangnya.

Ia memastikan, ledakan itu bukanlah bom atau bahan peledak. Tetapi terjadi akibat perbedaan tekanan saat produksi bahan baku polyester.

“Yang bisa kami sampaikan dengan kejadian tadi pagi, kami pastikan bukan bom. Bukan bahan peledak tetapi perbedaan tekanan. Ketika cairan yang isinya air dan zat kimia, terlepas ke udara sehingga perbedaan tekanan tersebut menimbulkan suara yang cukup keras,” tuturnya.

Terkait penyebab ledakan, kata Sigit, petugas masih melakukan penyelidikan. Ia belum memastikan dugaan penyebab apakah kelalaian menjalankan standar operasi prosedur (SOP) atau hal lainnya.

“Saat ini kami masih penyelidikan. Tadi informasi awal, berdasarkan pengamatan oleh penyelidik ada pipa putus dan rusak. Disitu analisa sementara dari keterangan beberapa karyawan,” pungkasnya.

Sementara itu, General Affair dan CSR PT MCCI, M Reza Maulana mengungkapkan, perusahan atas ledakan tersebut telah melakukan investigasi internal. Termasuk melakukan penyelidikan bersama dengan pihak Kepolisian.

“Untuk penyebab, saat ini kami dengan pihak kepolisian sedang menyelidiki penyebabnya. Intinya dari kami akan kooperatif dan mendukung penyelidikan yang dilakukan bersama-sama,” terangnya.

Terkait adanya insiden zat kimia yang menyembur dan terdampak pada pekerja PT Pertamina, MCCI akan bertanggung jawab penuh. Begitupun bilamana terdampak kepada masyarakat, perusahaan akan melakukan penanganan. Meski ada semburan, kata Reza, zat yang ditimbulkan tidak tergolong bahan beracun atau berbahaya.

“Itu disebutnya asam tereftalat, dan itu bukan bahan beracun. Itu untuk bahan baku baju, polyester,” terang Reza seraya menjelaskan ledakan baru pertama kali terjadi sejak pabrik berdiri 30 tahun silam. (Ully/Red)

Administrator
Administratorhttps://selatsunda.com
Selatsunda.com adalah portal berita yang menyajikan informasi terkini, baik peristiwa, pemerintahan, politik, ekonomi, hukum, maritim dan lifestyle di Banten maupun Nasional.