20.1 C
New York
Sabtu, Desember 13, 2025
BerandaPemerintahanIni Penyebab Sistem Fingerprint di Cilegon Amburadul

Ini Penyebab Sistem Fingerprint di Cilegon Amburadul

-

CILEGON, SSC – Sistem absensi fingerprint yang menyebabkan ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) berebut antre dan berdesakan saat mengikuti upacara Hari Kesaktian Pancasila di Halaman Kantor Walikota Cilegon, Senin (1/10/2018) bukan tanpa sebab.  Hal itu terjadi karena minimnya alat fingerprint.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Cilegon, Mahmudin menjelaskan, pihaknya telah mengusulkan  pengadaan penambahan fingerprint kepada Pemkot Cilegon pada tahun lalu namun pengajuan tersebut justru dicoret dan tidak disetujui oleh pemerintah.

“Sebenarnya yang kita (Pemkot Cilegon) butuhkan hampir 60 fingerprint. 43 unit untuk UPTD dan 20 unit untuk kegiatan PHBI (Peringatan  Hari Besar Islam), PHBN (Peringatan Hari Besar Nasional),” kata Mahmudin saat dihubungi Selatsunda.com melalui sambungan telepon.

Ironisnya dari 10 unit fingerprint yang tersedia di BKPP, lanjut Mahmudin, hanya 4 unit yang berfungsi. Sedangkan 6 unit rusak dan tidak bisa digunakan kembali.

“Sekarang sisa 4 lagi. Sisa 4 lagi itu belum tentu awet. Bisa aja bulan ini atau bulan depan rusak. Saya sih, berterima kasih ke Pak Plt Walikota (Edi Ariadi) kalau mau nambah lagi fingerprint, karena itulah yang kami (Pemkot Cilegon,red) butuhkan,” terangnya.

Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Cilgon Edi Ariadi baru mengetahui kejadian tersebut.

“Waduh, kapan? Sampai ada yang pingsan gitu? Coba nanti saya panggil Pak Mahmudin. Kalaupun ada penambahan fingerprint kita akan coba bantu itu pun tergantung permintaan dari Pak Mahmudin,” ucapnya. (Ully/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -