Ratu Ati Marliati memberi tanggapan soal adiknya, Iman Ariyadi pasca dikeluarkan SK Pemberhentian sebagai Walikota Cilegon, Kamis (10/1/2019). Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Tubagus Iman Ariyadi telah resmi diberhentikan dari jabatan Walikota Cilegon berdasarkan Surat Keputusan yang dikeluarkan Kementerian Dalam Negeri beberapa waktu lalu. Surat ini telah ditembuskan kepada Pemerintah Provinsi Banten, Pemerintah Kota Cilegon termasuk kepada Iman melalui pihak keluarga.

Ratu Ati Marliati selaku kakak kandung Iman mengaku telah menerima surat tersebut. Sebagai bagian keluarga, Ati yang juga Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Cilegon ini mengutarakan bahwa keputusan itu telah diterima secara iklas oleh seluruh keluarga. Keputusan itu, menurutnya, adalah yang terbaik dan memberi efek positif untuk Kota Cilegon.

“Ibu atas nama keluarga, apapun keputusannya memang harus terima dengan keiklasan. Hanya kita berharap, mekanisme yang ditempuh saat ini, dengan percepatan-percepatan (proses pemberhentian) itu sudah bisa dilaksankanlah. Karena punya efek positif untuk kemajuan Kota Cilegon,” ungkap Ati di konfirmasi di ruang kerjanya, Kamis (10/1/2019).

Adanya keputusan tersebut, lanjut Ati, seluruh keluarga tentunya lebih banyak memberikan semangat dan saling menguatkan.

“Hari ini sebenarnya kita lebih banyak menguatkan kepada beliau untuk tetap sehat dan tegar. Bukan berarti beliau tidak memikirkan Cilegon, tetap sampai saat ini,” tandasnya.

Disinggung soal pencalonan dirinya sebagai wakil walikota pasca pemberhentian Iman dan saat nanti Plt Walikota, Edi Ariadi dilantik dan menjabat walikota, kata Ati, mekanisme pencalonan tersebut diserahkan sepenuhnya kepada Partai Golkar sebagai partai yang mengusungnya.

“Tetap kami dari keluarga menunggu mekanisme yang kita penuhi. Kalau mekanisme itu berjalan sesuai aturan, dan memang kemudian ibu yang diusung, insya Allah kita akan mempersiapkan diri dengan Golkar tentunya tentang syarat-syarat apa saja. Barulah kita bicara pengunduran di ASN,” ujarnya.

Sebagai seorang ASN yang dicalonkan sebagai wakil walikota, ia mengaku tidak berkewenangan mencampuri urusan lobi politik dengan partai lain. Seluruh komunikasi diserahkan kepada partai yang mengusungnya. Saatnya nanti bila pendaftaran dibuka, baru kemudian ia akan mengundurkan diri dari ASN.

“Semua itu kan yang mengurus adalah Golkar, karena ibu adalah ASN. Jadi, ibu harus menuntaskan amanah yang diberikan sebagai ASN. Tetapi kalau nanti tahapan mekanisme itu sudah dimulai, beberapa syarat akan ditempuh, baru ibu nanti penuhi itu,” paparnya.

Soal siapa yang akan terpilih nanti sebagai wakil walikota, Ati menyerahkan sepenuhnya kepada mekanisme yang ada. Ia berharap, siapapun yang terpilih nanti berasal dari kader terbaik partai dan dapat mendampingi Plt melanjutkan roda pemerintahan.

“Setiap keputusan yang diambil, kan harus dipertimbangkan secara baik. Kalau ibu secara pribandi dan keluarga, kita niat kesana pun untuk membantu pemetintah. Kalaupun nanti, asalkan secara fair mekanisme ditempuh dan secara baik, dan siapapun yang nanti akan terpilih, tentunya kader-kader terbaik mendampingi Pak Edi, kedepan,” pungkasnya. (Ronald/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?