Kepala BPBJP Cilegon, Syafrudin memberi pemaparan pada kegiatan Sosialisasi Pengadaan Langsung dan Penunjukan Langsung Melalui Sistem Pengadaan Secara Elektronik SPSE (4.3) di Aula Setda,” Kamis (10/1/2019). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Korpsurgah KPK mulai menyoroti banyaknya kegiatan di sejumlah OPD (Organisasi Perangkat Daerah) di Pemkot Cilegon yang dilakukan secara swakelola dan pengadaan langsung (PL) oleh OPD. Untuk itu, KPK meminta agar paket-paket yang dikelola oleh OPD ini bisa digabungkan menjadi satu melalui proses tender.

Proyek yang menjadi sorotan KPK kali ini, salah satunya pada proyek pemeliharaan jalan dan saluran.

Korpsurgah KPK menganggap, proyek yang dikerjakan dengan sistem PL hanya menguntungkan pihak OPD (Organisasi Perangkat Daerah).

KepalaBadan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (BPBJP) Kota Cilegon, Syafrudin membenarkan hal itu. Korpsurgah KPK, kata dia, tengah menyoroti proyek pengadaan material khususnya pemeliharaan jalan dan saluran di Kota Cilegon.

“Korpsurgah KPK meminta agar kita (Pemkot Cilegon,red) untuk melakukan dikonsolidasikan ini. Konsolidasi ini merupakan pengabungan beberapa paket yang tersebar agar bisa dijadikan satu paket,” kata Syafrudin saat ditemui usai kegiatan Sosialisasi Pengadaan Langsung dan Penunjukan Langsung Melalui Sistem Pengadaan Secara Elektronik SPSE (4.3) di Aula Setda,” Kamis (10/1/2019).

Menurut Syafrudin, penggabungan paket ini, jika ditotalkan secara keseluruhan nilainya mencapai Rp2 miliar. Nilai ini yang harus ditenderkan atau dilelangkan oleh OPD.

“Bahan material ini kan tersebar di mana-mana. KPK meminta agar bisa dijadikan jadi satu paket. Kemungkinan jika semua di gabungan angkanya bisa mencapai diatas Rp2 miliar. Jadi, itu yang harus ditenderkan oleh KPK,” ujarnya.

Meski pekerjaan ini ditenderkan tetapi nanti sistemnya masih di swakelola oleh OPD. Dari kebutuhan yang diinginkan oleh OPD, pekerjaan akan dikerjakan oleh pemenang tender tersebut.

“Tetap nanti swadakelola. Cuman nanti dari bahanya disediakan oleh pemenang tender tersebut. Kaya contoh, SKPD ini butuh hotmik 100 kubik, SKPD pun harus kasih tau ke perusahaan A kalau dia butuh hotmik 100 kubik,” paparnya.

Dengan dilakukanya lelang ini, dipastikan tidak ada kompetisi dan rasa curiga antar sesama PL. (Ully/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?