Foto Ilustrasi (sumber net)

CILEGON, SSC – Kabar adanya pengisian jabatan eselon II di Lingkup Pemkot Cilegon kembali mencuat. Pasalnya, pasca dikeluarkannya SK Pemberhentian Tetap Walikota Cilegon Tb Iman Ariyadi dan akan dilantiknya Edi Ariadi sebagai Walikota Definitif, kabar tentang mutasi ini banyak di perbincangkan kalangan ASN khususnya pejabat di eselon II.

Plt Walikota, Edi Ariadi yang menanggapi itu mengakui jika dirinya telah memiliki kewenangan penuh melakukan mutasi dan rotasi setelah ada SK pemberhentian Iman Ariyadi.

“Kan jabatan wakil walikota sudah berakhir masa tugasnya. Jadi, sekarang saya sudah full punya kewenangan untuk menggelar mutasi dan rotasi pegawai,” kata Edi kepada awak wartawan,” Kamis (10/1/2019).

Dengan kewenangan itu, papar Edi, tidak menutup kemungkinan akan ada 7 pejabat eselon II yang dimutasi dan dirotasi mengingat 5 pejabat diantaranya telah memasuki masa purnabakti pada tahun 2019 ini.

“Saya ingat waktu di Doorstop sama teman-teman (wartawan,red) beberapa waktu lalu kan bilangnya ada 5 tuh yang pensiun. Tapi berdasarkan perhitungan kembali kayanya sih nambah 2 lagi. Jadi totalnya 7 pejabat. Kalau memang 7 pejabat yah harus dilakukan,” ungkap Edi.

Sebenarnya, lanjut Edi, kebijakan mutasi dan rotasi tidaklah mudah dilakukan karena perlu pertimbangan termasuk berbagai masukan dari Badan Pertimbangan dan Jabatan (Baperjakat). Namun bila dibutuhkan segera, kebijakan itu harus dilakukan cepat.

“Mutasi itu kan banyak kebijakan dan pertimbangan yang harus dilakukan loh. Baperjakat belum kerja kok. Gak susah kok nyusun begituan, kalau saya suruh malam itu juga udah jadi kok itu,” jelasnya.

Disinggung mengenai banyak pegawai yang resah dengan kebijakan mutasi dan rotasi ini, Edi meminta, agar Aparatur Sipil Negara (ASN) tetap tenang sebelum SK dikeluarkan.

“Saya punya pengalaman di ASN (Aparatur Sipil Negara) kalau ada urusan begini (mutasi dan rotasi) pasti rame banget. Seingat saya, mau di pindahkan kemana aja waktu di Serang tuh selalu siaplah. Yang penting, ASN tenang aja sebelum SK (mutasi dan rotasi) ada di tangan saya,” sambung Edi.

Terkait kemampuan anggaran untuk menggelar seleksi terbuka (open biding) untuk mengisi jabatan yang kosong, Edi mengakui hal itu akan membutuhkan anggaran yang besar. Untuk menekan anggaran, ia berkeinginan agar pelaksanaan open biding dilakukan secara bertahap.

“Nanti saya lihat dulu alokasi anggaran untuk open biding ya. Kita (Pemkot,red) inginnya sih cepat beres semuanya. Gak masalah dari 7 pejabat ini kita lakukan 5 dulu karena mengingat uangnya gak cukup kalau dilakukan semua sekaligus,” ucapnya.

Perlu diketahui, pengisian jabatan akan dilakukan pemkot karena terdapat 5 pejabat eselon II telah memasuki masa pensiunpada tahun ini. Kelima pejabat eselon II ini diantaranya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Nana Sulaksana, Staf Ahli Walikota Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Yahya Bae, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Soleh, Kepala Dinas Pendidikan, Muhtar Gojali serta Direktur RSUD Cilegon, Zainoel Arifin.

Open bidding ini juga turut menyangkut 2 jabatan Kepala OPD yang kosong, diantaranya Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu yang saat ini masih dirangkap oleh Pelaksana Tugas. Begitu juga kemungkinan kekosongan jabatan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah. Jabatan akan kosong bila Ratu Ati Marliati resmi mencalonkan diri sebagai Wakil Walikota Cilegon.(Ully/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?