20.1 C
New York
Rabu, Mei 6, 2026
BerandaMaritimINSA Setujui Pengajuan Fuel Surcharge Tiga BUP di Banten, Satu Diantaranya yang...

INSA Setujui Pengajuan Fuel Surcharge Tiga BUP di Banten, Satu Diantaranya yang Diusulkan PCM

-

CILEGON, Selatsunda.com – Indonesian National Shipowner Association (INSA) telah menyepakati usulan penambahan biaya Bahan Bakar Minyak (BBM) atau fuel surcharge yang diajukan 3 Badan Usaha Pelabuhan (BUP) di Banten. Satu diantaranya yang diajukan oleh salah satu BUMD Kota Cilegon yakni PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM).

“Sudah disetujui INSA” ujar Ketua DPC INSA Banten, Agus Sutanto dikonfirmasi, Selasa (2/8/2022).

“Sudah kita sepakati fuel surcharges untuk semua operator pemanduan penundaan baik PCM, KBS maupun Pelindo,” sambungnya.

Agus menyatakan, proses pengajuan yang diusulkan 3 BUP terkait penambahan biaya BBM telah melalui mekanisme. Usulan yang diajukan BUP awalnya ditelaah oleh DPC INSA Banten. Setelah ditelaah usulan tersebut disampaikan ke DPP INSA untuk dikaji.

Lanjut Agus, proses penelaahan kemudian dilakukan oleh DPC INSA Banten dan DPP INSA. Hingga akhirnya nilai tambahan biaya BBM disepakati.

“Sudah kita tentukan berdasarkan guidance dari DPP INSA,” terangnya.

Agus mengungkapkan, alasan INSA menyepakati fuel surcharge operasional jasa pandu tunda kapal tugboat karena mempertimbangkan kenaikan harga BBM yang saat ini dinilai tidak rasional.

“Karena situasi harga bahan bakar minyak yang sudah tidak rasional. Jadi fuel surcharges ini murni untuk meng-cover kenaikan BBM,” terangnya.

Agus menerangkan, tepat Hari ini, Selasa (2/8/2022), INSA Banten bersama 3 BUP telah menyepakati bersama yang dituangkan dalam surat berita acara. Di mana hal tersebut diketahui oleh KSOP Banten.

“Sudah (Hari ini) berupa Berita Acara Kesepakatan yang sudah diketahui juga oleh KSOP Kelas 1 Banten sebagai Regulator di Pelabuhan Banten,” terangnya.

Sebelumnya, Salah satu BUMD Kota Cilegon yakni PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) mulai mengambil langkah kebijakan untuk menjaga keberlangsungan usaha bisnisnya. Langkah itu dilakukan dengan mengajukan penambahan biaya Bahan Bakar Minyak (BBM) akibat naiknya harga BBM industri yang dipicu perang antara Rusia dengan Ukraina. (Ronald/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen
- Advertisment -DEWAN 2