20.1 C
New York
Sabtu, April 18, 2026
BerandaMaritimTerimbas Perang Rusia-Ukraina, PCM Ajukan Penambahan Biaya BBM Pemanduan Tugboat

Terimbas Perang Rusia-Ukraina, PCM Ajukan Penambahan Biaya BBM Pemanduan Tugboat

-

CILEGON, Selatsunda.com – Salah satu BUMD Kota Cilegon yakni PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) mulai mengambil langkah kebijakan untuk menjaga keberlangsungan usaha bisnisnya. Langkah itu dilakukan dengan mengajukan penambahan biaya Bahan Bakar Minyak (BBM) akibat naiknya harga BBM industri yang dipicu perang antara Rusia dengan Ukraina.

Direktur Utama PT PCM, Muhammad Willy, Senin (1/8/2022) mengatakan, pihaknya sejak awal Tahun 2022 telah membuat estimasi pendapatan dan biaya. Terkhusus untuk biaya BBM untuk operasional kapal tugboat PCM, pihaknya mengestimasi budgetnya Rp 10.000 perliter.

Namun, kata dia, estimasi itu tidak sesuai ekspektasi sejak perang Rusia-Ukraina mulai terjadi. Saat perang pecah, harga BBM melambung berangsur. Kini harga BBM menyentuh angka Rp 22.900 per liternya.

“Saat kita membuat estimasi budget diawal itu per liternya Rp 10.000. Sekarang akibat perang Rusia-Ukraina menjadi Rp 22.900 per liter. Biayanya lebih dua kali lipat, biaya kita lompat,” ungkapnya.

Seiring dengan kondisi tersebut, kata Willy, PCM juga berusaha dengan melakukan ekspansi bisnis baru memberikan pelayanan pemanduan kapal tugboat di Bagian Utara Banten. Karena disana terdapat potensi yang besar dengan kunjungan 270 kapal setiap bulannya. PCM melakukan kerjasama operasi (KSO) dengan berbagai pemilik kapal tugboat. Saat ini sudah ada 8 kapal tugboat yang di kerjasamakan untuk melayani pandu tunda di Banten Bagian Utara.

“Selama KSO berjalan, pada bulan April, kita sudah melayani 28 kapal, Mei 39 kapal, Juni 50 kapal, Juli perkiraan saya bisa 70 kapal. Memang itu tidak mudah, karena harus kerja sama dengan banyak pihak,” terangnya.

Memang kata Willy terdapat penambahan pendapatan dari kerja sama KSO. Namun dari 8 kapal tugboat, biaya yang dikeluarkan untuk 3 kapal milik PCM begitu besar. Besaran penambahan biaya yakni biaya BBM inilah membuat estimasi yang direncanakan tidak sesuai ekspektasi.

“Memang akan ada penambahan kapal untuk KSO di Juli ini 8 kapal, untuk Agustus 9 kapal. Memang nambah kapal ini, kita memperoleh revenue. Tetapi 3 kapal kita (milik PCM) ini, tambahan biaya dari sisi BBM ini Rp 1,5 miliar perbulan. Ini yang membuat tidak mudah dan diluar ekspektasi kami,” tuturnya.

Dengan terimbas perang Rusia-Ukraina, lanjut Willy, tidak ada jalan lain PCM mengusulkan tambahan biaya BBM atau disebut Fuel Surcharge. Sejauh ini, PCM telah bersurat dan mengadakan 5 kali  pertemuan dengan INSA Banten membahas pengajuan tersebut. Ia berharap, pengajuan tersebut bisa membuahkan hasil yakni disetujui INSA Pusat agar kendala yang dialami PCM dalam menjalankan pelayanan pandu tunda tugboat bisa terpecahkan.

“Mudah-mudahan bulan Agustus nanti bisa ada hasilnya,” harapnya. (Ronald/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen