Salah satu penjual bumbu dapur dan sembako di Pasar Induk Rau, Asep di kedainya, Minggu, (26/7/2020). Foto Fathul Rizkoh/selatsunda.com

SERANG, SSC – Jelang Perayaan Idul Adha 1441 Hijiriah, harga sejumlah bumbu dapur di Pasar Indul Rau (PIR) Kota Serang terjun bebas. Penurunan harga ini sudah mulai terjadi sejak dua minggu lalu.

Pantauan Selatsunda.com di Pasar Induk Rau (PIR) beberapa bumbu dapur yang mengalami penurunan harga, yaitu, cabai merah keriting sebelumnya dijual Rp 80 ribu kini menjadi Rp 24 ribu per kilogram, cengek sebelumnya Rp 70 ribu menjadi Rp 26 ribu.

Selanjutnya, cabai merah besar sebelumnya Rp 70 ribu menjadi Rp 26 ribu, cabe ijo sebelumnya Rp 70 ribu menjadi 24 ribu, tomat sebelumnya Rp 15 ribu menjadi 10 ribu per kilogram.

Baca juga  Baru Dibuka, Pasien OTG Corona di Rusunawa Margaluyu Kota Serang Tembus 6 Orang

Salah satu pedagang di Pasar Rau, Asep mengaku, menurunnya harga bumbu dapur ini juga berdampak juga terhadap pendapatan.

“Yah mau gimana lagi Mba. Pasti berdampak terhadap pendapatan kami (pedagang). Bumbu dapur kita biasanya dari Tangerang, Jakarta dan Jawa. Kalau di agenya naik pasti di sini (pedagang) juga ikut naik. Sebaliknya kalau di sana turun pasti kita jualnya pun stabil aja,” kata Asep kepada selatsunda.com, ingggu (26/7/2020).

Terpisah, salah satu pembeli, Rohimah mengatakan saat ini harga bumbu dapur tidak ada kenaikan meski menjelang Idul Adha.

“Sekarang lagi murah neng. tapi kalo lagi naik wah mahal banget” ujarnya.

Menamggapi kondisi ini, Kepala Dinas Perdagangan Industri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperdaginkop dan UKM) Kota Serang, Yogo Wicahsono justru tidak mengetahui kondisi turunnya harga bumi dapur tersebut.

Baca juga  2 Pegawai Pengadilan Agama Serang Positif Covid-19, Persidangan Ditutup Sementara

“Dengan petugas pengamat harga saja yang tahu di lapangan. Karena ini hari libur,” pungkas Yoyo melalui pesan singkat whatsappnya. (SSC-03)