20.1 C
New York
Sabtu, Agustus 22, 2026
BerandaPeristiwaJelang Nataru 2021, Penumpang di Pelabuhan Merak Naik Hingga 60 Persen

Jelang Nataru 2021, Penumpang di Pelabuhan Merak Naik Hingga 60 Persen

-

CILEGON, SSC – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2021, penumpang di Pelabuhan Merak, ASDP mengalami kenaikan yang cukup luar biasa hingga mencapai 60 persen. Kenaikan ini lebih tinggin dibandingkan pada 2019 lalu.

Direktur Utama PT. ASDP Ferry Indonesia, Ira Puspadewi mengatakan berdasarkan data yang dimiliki PT ASDP Merak, Banten, lonjakan penumpang kapal di Pelabuhan Merak sudah terjadi sejak Jumat (18/12/2020) kemarin. Kenaikan penumpang ini, karena hampir penumpang mulai beralih dari menggunakan transportasi udara menjadi naik transportasi laut.

“Inilah yang membuat lonjakan penumpang di Pelabuhan Merak beberapa hari lalu naik. Meski begitu, untuk penumpang pejalan kaki

justru mengalami penurunan sebesar 45,4 persen dibanding tahun lalu. Turunya penumpang pejalan kaki karena adanya imbauan dari pemerintah untuk tidak menggunakan kendaraan umum itu memang sedang jalan, orang masih hati-hati. Tapi yang menarik kalau kendaraan roda 4 itu naiknya tinggi sekali, yaitu hampir 59,89 atau mencapai 60 persen. Untuk kendaraan secara umum naik 30 persen,” kata Ira kepada awak media ditemui usai memantau kondisi penumpang di Dermaga Eksektif Merak, Banten,” Minggu (20/12/2020).

Meski pada Jumat (18/12/2020) terjadi lonjakan penumpang, ia memprediksi lonjakan penumpang kapal akan terjadi pada Rabu (23/12/2020) hingga Kamis (24/12/2020) mendatang. Hal itu dikarenakan, adanya pemecahan libur panjang di akhir tahun 2020 ini.

“Karena liburnya dipecah-pecah, jadi kita duga tanggal 23 dan 24 (Desember) akan naik lagi,” ungkapnya.

Disampaikan Ira, jika pihaknya sudah melakukan antisipasi terkait prediksi cuaca buruk yang masih akan melanda perairan Selat Sunda dalam beberapa hari kedepan. Sehingga, penumpukan kendaraan yang akan menyeberang tidak terjadi.

Meski begitu, Ira menuturkan, jika pihaknya tetap akan mengikuti intruksi dari otoritas pelabuhan dalam melakukan operasional kapal angkut penumpang di tengah cuaca buruk. Termasuk terus berkoordinasi dengan KSOP dan BMKG dalam memberikan perintah berlayar.

“Kemarin kita belajar dari cuaca, tapi ada hal lain yang kami antisipasi, kita sudah evaluasi dan ada perbaikkan. Kita ikuti otoritas pelabuhan yang menyatakan boleh berlayar atau tidak. Kalau dinyatakan tidak aman, kita akan berhenti, kalau aman kita pasti berlayar. Kita pastikan otoritas itu punya kompetensi,” ujarnya.

Untuk cuaca buruk ini,  pihak ASDP akan mengerahkan sejumlah kapal-kapal besar dalam operasional mengangkut penumpang. Bahkan, kapal-kapal besar tersebut akan lebih didahulukan dalam melakukan pelayaran.

“Kapal besar lebih kita dahulukan. Kapal besar yang bisa menahan cuaca akan dikerahkan,” tuturnya. (Ully/red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen
- Advertisment -DEWAN 2