Kapolres Cilegon AKBP Yudhis Wibisana saat di Alun-akun Kota Cilegon, Jumat (22/6/2020). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC –  Buzzer politik sudah mulai dipantau gerak-geriknya ditengah pesta Pilkada di Kota Cilegon yang sebentar lagi akan diselenggarakam. Pengawasan oleh Polres Cilegon ini dilakukan terhadap buzzer politik yang menyebarkan informasi sesat menggunakan akun-akun di media sosial.

Kapolres Cilegon AKBP Yudhis Wibisana mengungkapkan, penyebaran berita hoaks oleh buzzer politik sudah ada sejak penyelenggaran pilpres. Kebanyakan buzzer menggunakan akun di media sosial untuk saling menyerang bacalon satu dengan yang lain. Mereka, kata dia, kerap menggunakan penyeberan berita terkait isu yang berhubungan dengan SARA.

“Justru sumber hoaks ini dari medsos (media sosial),” kata Yudhis kepada Selatsunda.com usai memperingati kegiatan Bakti Sosial dalam rangka hari HUT Bhayangkara ke-74 di Alun-alun Kota Cilegon,” Jumat (26/6/2020).

Untuk mengawasi gerak-gerik buzzer di Pilkada Cilegon, masih kata Yudhis, Polres telah membentuk satuan petugas khusus. Tugasnya mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan demi menciptakan situasi dan kondisi pilkada berjalan aman dan terkendali.

“Keberadaan satgas ini sebagai upaya agar tidak terjadi trigger provokatif yang dapat menganggu kantibmas di Kota Cilegon maupun 5 kecamatan yang ada di Kabupaten Serang. Jadi hal-hal yang perlu diantisipasi dalam Undang-undang ITE yang mungkin dapat memprovokasi mengandung unsur SARA,” lanjut Yudhis.

Sampai saat ini, kasus buzzer politik di Cilegon masih belum ditemukan. Namun untuk menyikapi jika ditemukan buzzer, polres akan berkoordinasi dengan Polda Banten bahkan Bareskrim Mabes Polri.

“Apabila kita ada kekurangan alat untuk menyelusuri IP adres pelaku, kami selalu berkoordinasi dengan satuan Cyber Crime Polda Banten dan Cyber Crime Bareskrim. Sampai sekarang belum ada pelaku penyebaran hoaks tersebut,” pungkasnya. (Ully/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here