Valsinasi Covid-19 kepada siswa SMP di Kota Cilegon, Belum Lama ini. (Foto Istimewa)

CILEGON, SSC – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di Kota Cilegon akan segera digelar pada Senin, 30 Agustus 2021. Dalam mempersiapkan PTM, Pemkot telah melakukan vaksinasi Covid-19 kepada 850 siswa di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Cilegon, Ismatullah mengatakan, dari jumlah siswa SMP di Cilegon sebanyak 15.000 orang, 20 persen diantaranya telah divaksinasi.

“Hari ini, sudah 850 siswa yang telah di vaksin massal. 850 siswa yang di vaksin terdiri dari SMP RJ 412 orang, SMP 5 Kota Cilegon sebanyak 400 orang dan SMP Al Azar sebanyak 35 anak,” kata Ismatullah dikonfirmasi, Sabtu (28/8/2021).

Ismat sapaan akrabnya menyatakan, siswa selain divaksinasi secara massal ada juga yang telah menjalani secara mandiri. Dindik ke depan akan berkoordinasi dengan Dinkes untuk mempercepat vaksinasi siswa ke beberapa sekolah.

Baca juga  Kota Cilegon Kerap Banjir, Ternyata Ini Penyebabnya!

“Kami juga menerima laporan dari Pak Plt Dinkes Cilegon (Dana Sujaksani) jika ada beberapa anak telah menjalani vaksinasi secara mandiri bersama orang tuanya yang digelar di industri/perusahaan. Untuk pelajar yang belum menjalani vaksinasi, pihak Dinkes Cilegon akan berkoordinasi dengan pihak kecamatan agar bisa melaksanakan vaksinasi di beberapa sekolah yang ditunjuk pemerintah,” ujarnya.

Sementara untuk menunjang terlaksananya PTM, Dindik mengajukan penyemprotan ke PMI Cilegon untuk penyemprotan di sekolah.

“Kita sudah ajukan ke PMI Cilegon agar bisa menyemprot sekolah-sekolah untuk bisa digunakan PTM terbatas yang akan digelar pada Senin mendatang,” jelasnya.

Bagi guru dan murid yang sakit, Dindik tidak membolehkan mengikuti PTM. Hal itu agar tidak terjadi seperti pada 2020 lalu.

Baca juga  KPU Cilegon Tindak Lanjuti PAW Anggota DPRD Meninggal Dunia

“2020 lalu, sempat PTM terbatas, terdapat anak yang terkonfirmasi covid-19 di Ciwandan, Pemkot Cilegon langsung menutup semua penyelenggaraan PTM,” ungkapnya.

“Kami enggak ingin terjadi seperti tahun lalu. Kalau asumsi kami, di beberapa titik di Cilegon ini tidak semua zona oranye, tapi ada zona kuning dan hijau. Karena itu, kami akan hati-hati dalam memutuskan PTM terbatas ini,” pungkasnya. (Ully/Red)