Suasana rapat lintas komisi DPRD Kota Cilegon dengan Dinsos Kota Cilegon, Kecamatan Jombang dan Kelurahan se-Kecamatan Jombang, Jumat (27/8/2021). Foto : Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – DPRD Kota Cilegon akan merekomendasikan kepada Pemkot Cilegon untuk menaikan anggaran rutilahu (rumah tidak layak huni). Anggaran dinaikan karena nilai bantuan untuk penerima dinilai terlalu kecil.

Ketua Komisi I DPRD Kota Cilegon, Hasbudin mengatakan, bantuan rutilahu yang saat ini dianggarkan Pemkot Cilegon Rp 7,5 juta per rumah. Idealnya anggaran masing-masing penerima rutilahu Rp 20 juta.

Maka dari itu, Komisi I DRPD akan merekomendasikan kepada Walikota Cilegon, Helldy Agustian untuk menaikan anggaran rutilahu sebesar Rp 5 miliar pada 2022.

“Oh harus itu kita naikan jadi Rp 5 miliar. Senin ini, kami (DPRD) akan membahas hal ini bersamaan dengan rapat plafon prioritas anggaran sementara (KUA PPAS) tahun anggaran 2022. Kita akan sampaikan sekaligus kita pun akan perkuat dengan nota kesepahaman dengan Walikota Cilegon,” kata Hasbudin usai hearing antara lintas Komisi I dan II dengan Pemerintah Kota Cilegon tentang program bantuan sosial (Bansos), Jumat (27/8/2021).

Baca juga  Realisasikan Bunkering, Krakatau International Port Lengkapi Pelayanan Kapal di Selat Sunda

Hasbudin menambahkan, pihkanya selain menaikan anggaran rutilahu juga akan meminta Pemkot secepatnya melakukan revisi Peraturan Walikota (Perwal) Kota Cilegon Nomor 3 tahun 2016 tentang Petunjuk Pelaksanaan Rehabilitasi Sosial Rutilahu Kota Cilegon. Hal itu agar tidak berbenturan aturan.

“Sekarang sudah ada di dewan, sehingga jika ada penambahan harus ada nota kesepahaman. Tapi lagi-lagi dibarengi dengan perubahan perwal. Baik nilai anggaran pembangunan dan juga teknis lainnya,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinsos Kota Cilegon Achmad Jubaedi menjelaskan; jika selama ini, anggaran rutilahu di 2021 hanya Rp 1,2 miliar dengan nilai masing-masing hanya Rp 7,5 juta saja. Sementara, pada 2022 pihaknya telah menaikan anggaran rutilahu sebesar Rp 15 juta per unit dengan total kurang lebih hanya Rp 2,2 miliar.

Baca juga  Sejumlah Elit Politik Hadiri Pelantikan Partai Beringin Karya Cilegon

“Batasan dalam perwal itu hanya Rp 17,5 juta saja untuk pembangunan satu rutilahu. Itu juga hanya satu item pilihan apakah membangun lantai, atau dinding atau satu lagi atap. Harga itu perlu diubah, sehingga idealnya Rp 30 juta untuk satu rumah dengan semua item pembangunan secara total,” ungkapnya. (Ully/Red)