CILEGON, SSC – Memasuki bulan suci Ramadan, Kepolisian Resort Cilegon menggelar operasi penanggulangan penyakit masyarakat (pekat). Operasi yang dilaksanakan pada hari sabtu, (12/5/2018) hingga minggu, (13/5/2018) dini hari itu, menyasar tempat – tempat yang memperjualbelikan miniman keras terutama di Tempat Hiburan Malam (THM) dan toko – toko jamu di Cilegon.

Kapolres Cilegon, AKBP Rizki Agung Prakoso mengatakan, operasi pekat yang digelar pihaknya tidak lain dalam rangka melaksanakan cipta kondisi jelang bulan puasa Ramadan. Operasi difokuskan dalam memberantas peredaran minuman keras dan premanisme.

“Sasarannya, segala bentuk penyakit masyarakat. Mulai dari premanisme, perjudian, prostitusi dan minuman keras,” paparnya, Minggu (13/5/2018) dini hari.

Sejumlah polsek baik Polsek Puloampel, Polsek Cinangka, Polsek Cibeber dan Polsek Pulomerak, kata Kapolres, turut diturun dalam operasi semalam. Didapati sementara, ratusan botol minuman keras dari berbagai merek disita petugas salah satunya dari Tempat Hiburan Malam Lounge Modern (LM).

“Tadi itu ke toko – toko jamu, kemudian juga ke diskotik Lounge Modern. Di LM, ada ratusan botol miras yang kita sita. Yang jelas, kita temukan minuman keras beralkohol dari berbagai merek dan jenis. Untuk ditempat lain, masih dihimpun dulu saat ini,” paparnya.

Kepada mereka yang didapati menjual minuman keras tanpa Izin, kembali ditegaskan Kapolres, telah menyalahi Peraturan Daerah Kota Cilegon nomor 5 Tahun 2001 tentang pelanggaran minuman keras. Kepada yang melanggar terancam pidana kurungan selama – lamanya 3 bulan.

“Didalam Perda di Cilegon jelas memang tidak diperbolehkan. Jadi tidak ada lagi yang namanya ijin, dan itu tidak boleh. Mereka yang menjual miras itu, melanggar perda,” tegasnya. (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here