Pembangunan Pelabuhan Warnasari Dipersulit,  Pemkot Lapor Menko Maritim

0
53

CILEGON,  SSC – Momentum kedatangan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman,  Luhut Binsar Panjaitan tidak disia-siakan oleh Pemerintah Kota Cilegon.  Sulitnya membangun Pelabuhan Warnasari lantaran kerap terkendala prosedur dan aturan pusat,  membuat Plt Walikota Cilegon,  Edi Ariadi memberanikan diri mencuri momentum kedatangan Menteri Luhut untuk menyodorkan proposal Pelabuhan Warnasari.

Dalam tanggapannya kepada media,  Edi menyatakan, Menko Maritim dan Agung Kuswandono selaku Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa yang ketika itu turut hadir dalam kegiatan itu, perlu mengetahui juga pelabuhan yang akan dibangun pemkot Cilegon.  Dengan cara itu,  yakin Edi,  pembangunan Pelabuhan Warnasari dapat dibantu untuk dipercepat oleh Pemerintah Pusat.

“Yah kan kita kan harus dari mana-mana,  berkoordinasi itu, jangan dari satu pintu.  Pintu ini,  pintu ini,  siapa tahu pintu ini tutup,  pintu ini terbuka. Menko kan diatas menteri,  saya pengen sowan terhadap beliau lah. Minimal Deputinya tadi Pak Agung.  Pak Agung yang koordinasikan ini,” tuturnya, Jumat (11/5/2018).

Tidak berhenti di Menko Maritim,  Kata Edi,  pihaknya juga bertemu Direktur Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub,  Agus Purnomo. Kepada Dirjen,  pihaknya meminta agar Kemenhub dapat membantu pemkot untuk mewujudkan pembangunan Pelabuhan Warnasari.

“Tadi saya juga bertemu Pak Dirjen.  Saya bilang,  jangan di lama-lama kalau daerah mau maju. Jawabnya,  siap bantu-siap bantu.  Dimana macetnya,  dimana macetnya.  Klasik,  biasalah, ” ucap Edi seraya mengulang peryataan Dirjen Hubla.

Sementara itu, Dirjen Hubla,  Agus Purnomo ketika ditemui terpisah di Pelabuhan Merak mengatakan,  perijinan pelabuhan warnasari saat ini tengah diproses. Setelah seluruh persyaratan perijinan dipenuhi,  maka penandatanganan perjanjian konsesi antara pemkot dan penyelenggara pelabuhan setempat akan dilaksanakan.

“Sekarang kan sudah tahap perizinan.  Kalau tanahnya sudah siap dan diserahkan ke negara, terus konsesi,” tuturnya.

Agus memastikan jika seluruh persyaratan telah dipenuhi maka perijinan untuk dimulainya pembangunan dapat dikeluarkan.

“Kami mendorong cepat,  yang penting persyaratan dipenuhi.  Regulasi dipenuhi,  kami jamin cepat kok, ” paparnya (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here