CILEGON, SSC – Menjelang Bulan Ramadhan 1447 H, Walikota Cilegon, Robinsar bersama Dandim 0623 Cilegon, Letkol Inf Imam Buchori melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Blok F, Kota Cilegon, Jumat (13/2/2026).
Robinsar tiba di Pasar Blok F sekitar pukul 10.00 WIB dan langsung masuk ke dalam pasar. Robinsar tampak menyapa beberapa pengunjung pasar sambil menanyakan harga-harga komoditas pangan.
“Bu, berapa cabai sekarang? Ada yang naik ga? Naik berapa?,” tanya Robinsar.
Tak lama ia pun melakukan perbincangan dengan pedagang beras dan menanyakan harga beras jelang Ramadhan.
“Pak beras naik ga? Berapa? Bapa dapat beras dari mana?,” ujar Robinsar.
Namun saat Robinsar menanyakan harga cabai dan ayam potong , ia pun sedikit kaget mendengar harganya.
“Berapa harga cabainya Bu? Hah, Rp 90.000? Tadinya hanya Rp 60.000 hingga Rp 70.000 per kilo. Ini harganya naik banget hingga 100 persen,” kata Robinsar.
Dengan naiknya beberapa komuditas di Pasar Blok F, sambung Robinsar, Pemkot Cilegon menyiapkan skema intervensi untuk menjaga daya beli masyarakat. Yakni, melakukan Operasi Pasar (OP) untuk mengintervensi harga komoditas yang melambung tinggi dan mengatasi kelangkaan. Kedua, bekerjasama dengan Bulog Serang untuk mendata pedagang yang memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) agar distribusi bisa dilakukan tepat sasaran.
Ketiga, Disperindag Cilegon akan memperkuat koordinasi dengan distributor dan supplier luar kota untuk memastikan pasokan barang ke Cilegon tetap lancar selama Ramadhan.
“Kami turun langsung untuk mengkroscek harga yang tinggi. Kedepan, melalui Disperindag, kita akan lakukan intervensi lewat Operasi Pasar agar harga bisa kembali stabil,” tegas Robinsar.
Sementara itu, Komandan Kodim (Dandim) 0623 Kota Cilegon, Letkol Inf Imam Buchori menekankan, kehadiran Forkopimda bertujuan untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat. Ia mengimbau warga agar tetap tenang dan bijak dalam berbelanja.
“Setelah mengetahui data kenaikan ini, kami akan formulasikan langkah selanjutnya sesuai arahan Walikota. Masyarakat jangan panik, jangan memborong barang berlebihan (panic buying). Pemerintah hadir untuk mengintervensi agar stok aman dan harga terkendali,” ujar Dandim.
Pemerintah juga memberikan peringatan keras kepada pihak-pihak yang mencoba melakukan penimbunan barang, mengingat pemenuhan kebutuhan pokok menyangkut hajat hidup orang banyak. (Ully/Red)





