Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cilegon, Patchurrohman diwawancarai. (Foto Ronald/Selatsunda.com)

CILEGON, SSC – Jumlah tempat pemungutan suara (TPS) di Kota Cilegon dipastikan menyusut pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cilegon, Patchurrohman mengatakan, dari Hasil Rapat Koordinasi Hasil Pemetaan TPS Pilkada Serentak 2024 yang diselenggarakan beberapa waktu lalu, jumlah TPS untuk Pilkada sebanyak 643 TPS. Jumlah tersebut menyusut hampir setengahnya dibandingkan pelaksanaan Pileg Pilpres lalu sebanyak 1.253 TPS.

“Kemungkinan (Jumlah TPS di Pilkada 2024) bisa setengahnya dari Pileg Pilpres. Ini hasil pemetaan sementara dari rapat kemarin,” ungkap Patchurrohman ditemui di kantornya, Senin (3/6/2024).

Jumlah TPS pada Pilkada ini, kata Patchurrohman berkurang karena mengikuti regulasi yang berlaku. Jika pada Pileg dan Pilpres lalu jumlah pemilih per TPS maksimal 500 orang namun pada Pilkada ini jumlah pemilih per TPS maksimal 800 orang.

Baca juga  Pemkot Cilegon Kumpulkan OPD Benahi SOP Perizinan di Mal Pelayanan Publik

“Kalau Pilkada dengan Pileg yang buat berbeda itu, adalah jumlah pemilih di TPS saja. Secara regulasi undang-undang, kalau di Pileg Pilpres maksimal 500 orang tetapi di Pilkada maksimal 800 orang per TPS,” ungkapnya.

Hasil pemetaan jumlah TPS tersebut, papar Patchurrohman masih belum final. Karena dalam menetapkan jumlah TPS perlu dilakukan pencocokan dan penelitian (coklit) data penduduk potensial pemilih pemilu (DP4) oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih).

“Jadi hasil pemetaan berjumlah kurang lebih 643 TPS. Tetapi hasil pemetaan ini untuk persiapan pelaksanaan coklit. Setelah coklit, nanti ada pemetaan lagi TPS terkait jumlah pemilih,” ungkapnya.

“Coklit itu kan salah satunya pemutakhiran data pemilih. Dari DP4 nanti kita cocokan dan teliti, kita cross check ke bawah, apakah (daftar pemilih) orangnya masih ada nggak, masih tinggal disitu nggak, ada orang baru atau tidak, semua di cek,” pungkasnya. (Ronald/Red)