Kadishub Cilegon, UDA ditetapkan tersangka dan ditahan Kejari terkait kasus dugaan suap, Kamis (19/8/2021)

CILEGON, SSC – Kepala Dinas Perhubungan Kota Cilegon Nonaktif, Uteng Dedi Apendi ditahan di Lapas Kota Cilegon setelah ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan suap izin Surat Pengelolaan Tempat Parkir (SPTP) Pasar Kranggot. Sejak ditahan hingga 14 hari ke depan, tersangka menjalani isolasi mandiri Covid-19 di ruang khusus dalam Lapas Cilegon.

“Ini prosedur yang berlaku untuk setiap tahanan baru yang ditahan di Lapas Cilegon,” kata Kepala Seksi (Kasi) pembinaan narapidana Lapas Cilegon, Muhamad Khapi dikonfirmasi, Selasa (24/6/2021).

Khapi menjelaskan, secara prosedur tersangka sebelum dipindahkan ke blok hunian tahanan harus menjalani isoman. Namun jika tersangka saat diperiksa tidak terpapar Covid-19 dapat langsung dipindahkan di blok tahanan.

Baca juga  PTM Berjalan Tiga Pekan, Dindik Cilegon Klaim Tak Temukan Klaster Sekolah

“Jika tidak terkena Covid-19 langsung dipindahkan ke ruang tahanan umum jika sesuai jadwal pada Kamis (2/9/2021),” paparnya.

Saat ini, kata Khapi, tersangka dalam keadaan sehat. Yang bersangkutan saat ini menjalani isoman bersama lima tahanan baru lainnya. Tersangka selama isoman belum dapat dikunjungi pihak keluarga.

“Keluarga yang ingin mengunjungi bisa melalui fasilitas video call yang kami sediakan setiap hari tentunya dengan daftar terlebih dahulu,” tuturnya.

Pada pemberitaan sebelumnya, Kejaksaan Negeri Cilegon menahan Kepala Dinas Perhubungan Kota Cilegon inisial UDA terkait kasus dugaan suap perizinan parkir Pasar Kranggot, Kamis (19/8/2021). UDA ditetapkan tersangka diduga menerima suap sebesar Rp 530 juta.

Tersangka UDA ditahan Kejari Cilegon sekitar pukul 16.30 WIB setelah diperiksa oleh Tim Pidsus Kejari Cilegon. Tersangka keluar dengan menggunakan rompi merah dikawal ketat oleh Kejari dan Kepolisian. Tampak, UDA tidak menjawab saat ditanya awak media sesaat sebelum masuk mobil tahanan. (Ronald/Red)