Kepala Badan Karantina Pertanian, Banun Harpini bersama jajaran Balai Karantina Pertanian Cilegon dan kepolisian memusnahkan daging celeng di Ruang Instalator BKP Cilegon, Senin (23/7/2018). Foto Ronald Siagian/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Badan Karantina Pertanian pada Kementerian Pertanian mengapresiasi kerja tim kolaborasi intelijen Balai Karantina Pertanian Kelas II Cilegon yang berhasil mengagalkan penyelundupan 4,6 ton daging celeng ilegal yang sebelumnya pada Jumat (20/7/2018) lalu diamankan saat di Pelabuhan Merak, Cilegon.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Karantina Pertanian, Banun Harpini usai mengikuti kegiatan pemusnahan 1.680 kilogram daging celeng di tempat Instalasi BKP Kelas II Cilegon, Senin (23/7/2018).

Lebih jauh Banun menjelaskan, kerja cepat itu diiringi dengan pengungkapan kasus yang juga dilakukan BKP Cilegon. Satu dari tiga orang yang diduga terlibat dalam penyelundupan itu telah ditetapkan BKP sebagai tersangka.

“Saat ini ada 1 tersangka, tapi saat ini masih terus dalam pengembangan. Karena kita ingin kerja intelijen dapat menjangkau baik di hulu maupun di hilirnya, ” ujarnya.

Tidak itu saja, kerja cepat itu juga ditunjukan Karantina dengan langsung memusnahkan barang bukti daging celeng. Hal itu dilakukan untuk meminimalisir penyebaran penyakit yang berpotensi membahayakan kesehatan manusia.

“Kita sudah meminta izin dari Pengadilan bahwasannya ini bisa dipakai untuk dimusnahkan, tanpa mengurangi untuk barang bukti. Karena memang faktanya sebagian dari daging ini rusak nanti larva bisa menyebar kemana-mana. Jadi itu sudah merupakan bagian dari rangkaian alat bukti, sebagaian dimusnahkan,” urainya.

Sementara itu, Wakil Ketua Pengadilan Negeri Serang, Kurnia Yani Darmono mengatakan, pemusnahan itu sudah sesuai dengan aturan yang ada. Yang terpenting saat nanti perkara itu disidangkan di Pengadilan Negeri, bukti dapat ditunjukan dan diperlihatkan.

“Sesuai ketentuan pasal 45 KUHAP, dimungkinkan barang bukti yang sulit untuk penyimpanannya, atas izin pengadilan dipersilahkan untuk dimusnahkan. Yang penting barang bukti atau contohnya dapat ditunjukan saat nanti di persidangan, ” tandasnya. (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here