CILEGON, SSC – Pemerintah Kota Cilegon mengkaji langkah-langkah stategis untuk menekan kasus Covid-19 di Kota Cilegon yang beberapa hari terakhir naik signifikan. Langkah yang dikaji diantaranya mempekerjakan ASN dirumah atau Work From Home (WFH) dan menutup sementara tempat-tempat keramaian.
Walikota Cilegon, Edi Ariadi mengatakan,
pihaknya memandang perlu mengambil langkah pencegahan penyeberan Covid-19 secara massif. Mengingat belakangan terdapat pertambahan kasus Covid-19 di Cilegon yang signifikan. Langkah bakal diambil melihat banyaknya warga dan ASN terpapar Corona hingga penutupan tiga kantor OPD.
“Coba lihat hingga saat ini aja penambahan kasus Covid-19 udah ada penambahan 5 orang dari sebelumnya 136 orang menjadi 141 orang. Belum lagi pasiennya ada anak kecil yang 5 tahun,” kata Edi kepada awak media ditemui di Kantor Walikota Cilegon, Rabu (2/9/2020).
Agar Covid-19 tidak meluas dan timbul klaster baru, kata Edi, sejumlah langkah mulai dikaji. Diantaranya, ASN akan bekerja sementara dari rumah (WFH). Begitu juga ruang publik yang memicu kerumunan massa seperti mal, car free day di KS, bunderan Cibeber, tempat hiburan dan lainnya akan ditutup sementara.
“Utamanya jangan ASN jadi klaster. Car free day, mal juga sama. WFH (ASN) kita juga harus,” tuturnya.
Sebelum langkah tersebut benar-benar diambil, kata dia, seluruh stakeholder terutama satgas di kecamatan diminta dapat terlibat langsung melakukan pencegahan Covid-19 di Cilegon. Pendisiplinan dan penegakan protokol kesehatan yang tertuang dalam Peraturan Walikota (Perwal) Nomor 40 tahun 2020 harus diterapkan untuk menekan pertambahan kasus Corona.
“Tadi saya sudah ngomong. Gugus tugas (kecamatan)-nya, kerjalah begitu. Nanti Pak polisi, kodim, dandim, danramil, bisa action menengakan perwal,” paparnya.
“Saya meminta camat juga ada reaksinya lah, kayak Cibeber itu. Pengennya sih (pendisiplinan) di spot-spot-(keramaian)-nya saja dulu, termasuk JLS tuh hiburannya,” katanya. (Ully/Red)

